Selasa, 08 Oktober 2024 15:47 WIB
Pangannews.id - Pusat Riset Tanaman Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan varietas jagung yang dirancang untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan tahan terhadap hama penyakit.
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara BRIN, PT Conterva Agriscience Seeds Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, dan Universitas Udayana (UNUD), khususnya Fakultas Pertanian Program Lahan Kering.
I Gusti Komang Dana Arsana, Peneliti Ahli Utama Tanaman Pangan BRIN, mengungkapkan bahwa sejauh ini telah ditemukan sekitar 10 jenis varietas jagung hibrida baru. Jagung hibrida ini dihasilkan dari persilangan antara dua atau lebih varietas jagung yang berbeda, dengan tujuan meningkatkan hasil panen, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
Dikutip dari situs web BRIN, Roy Efendi, periset dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pengujian terhadap beberapa varietas jagung di 10 lokasi, termasuk di Bali.
"Pengujian di Bali menggunakan delapan jenis hibrida, bertujuan untuk melepas jagung hibrida yang toleran terhadap penyakit bulai dan adaptif di dataran tinggi maupun lahan kering," ungkap Roy.
Roy menambahkan bahwa beberapa calon varietas menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan dua di antaranya menghasilkan tongkol besar dan rendemen tinggi. "Kami berharap varietas yang dikembangkan ini dapat bersaing dengan varietas multinasional yang ada di Indonesia. Ini merupakan salah satu calon varietas terbaik yang kami dapatkan, semoga bisa menjadi varietas unggul BRIN dan segera dapat dikembangkan di seluruh Indonesia," ujarnya.
Pengembangan varietas jagung yang tahan terhadap perubahan iklim dan hama penyakit sangat penting, mengingat jagung memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta menopang pengembangan agribisnis.
Selain itu, jagung juga dikenal sebagai tanaman pangan yang efisien dalam penggunaan air, sehingga sawah bekas penanaman padi dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk ditanami jagung.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi jagung dalam negeri, tetapi juga memberikan solusi bagi tantangan pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin nyata.
Editor : Adi Permana
18 jam yang lalu
23 jam yang lalu
23 jam yang lalu
Rabu, 17 Juni 2026 16:30 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...