Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

SKK Migas Siapkan Dana Rp46,8 Triliun untuk Tingkatkan Eksplorasi Migas Domestik

Bagikan
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto. (Foto : Ruang Energi)
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto. (Foto : Ruang Energi)

Pangannews.id - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp46,8 triliun untuk mendukung peningkatan kapasitas eksplorasi minyak dan gas (migas) domestik.

Dana tersebut terdiri dari Rp15 triliun yang berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta sekitar 2 miliar dolar AS (sekitar Rp31,8 triliun) yang dimiliki SKK Migas.

Dalam acara media briefing di Jakarta, Selasa (3/12/24), Djoko menjelaskan bahwa Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah berjuang keras untuk menyediakan dana sebesar Rp15 triliun per tahun khusus untuk kegiatan eksplorasi migas.

Selain itu, SKK Migas juga memiliki dana sekitar 2 miliar dolar AS yang diperoleh dari komitmen pasti para kontraktor migas ketika mereka memperpanjang kontrak. Dana ini hanya dapat digunakan untuk kegiatan eksplorasi, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan produksi migas dalam negeri.

Djoko juga menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir, SKK Migas telah aktif melakukan upaya menarik investor melalui engagement dengan lebih dari 40 perusahaan migas internasional.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan produksi migas di Indonesia, yang saat ini menghadapi tantangan utama berupa penurunan produksi yang terus berlangsung.

"Tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri hulu migas saat ini adalah penurunan produksi. Kami terus bersemangat, berkolaborasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), kementerian, dan lembaga terkait untuk mendorong peningkatan produksi migas di masa depan," lanjut Djoko.

Sementara itu, Penasihat Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, mengungkapkan bahwa dana Rp15 triliun yang disalurkan oleh ESDM tidak sepenuhnya digunakan untuk eksplorasi, melainkan juga untuk infrastruktur lain seperti pembangunan jaringan gas (jargas) dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

"Sebagian dari dana Rp15 triliun digunakan untuk pengembangan infrastruktur migas dan jaringan gas, sementara sisanya memang untuk kegiatan eksplorasi," kata Nanang.

Adapun dana sebesar 2 miliar dolar AS yang dimiliki SKK Migas berasal dari komitmen pasti yang didapatkan ketika kontrak-kontrak migas diperpanjang. Dana ini diharapkan dapat mendukung eksplorasi yang lebih intensif dan meningkatkan kapasitas produksi migas Indonesia.

Sebelumnya, SKK Migas juga melaporkan capaian lifting minyak pada Semester I Tahun 2024 yang tercatat mencapai 576 ribu barel minyak per hari (BOPD), meskipun lebih rendah dibandingkan dengan target APBN 2024 yang sebesar 635 ribu BOPD.

Angka tersebut juga sedikit lebih rendah dari target work program and budget (WP&B) yang telah ditetapkan, yakni 589,5 ribu BOPD.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal