Pangannews.id - Untuk memastikan kelancaran penanganan banjir di ibu kota, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus mengoptimalkan pemeliharaan dan pengoperasian sarana pengendali banjir, termasuk rumah-rumah pompa.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi banjir di Jakarta yang diprediksi terjadi akibat curah hujan tinggi pada 6-9 Desember 2024.
Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta, Hendri, mengungkapkan bahwa optimalisasi dilakukan dengan fokus pada pengoperasian dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengendali banjir, seperti rumah pompa dan pintu air. Upaya ini bertujuan agar sarana tersebut dapat bekerja maksimal, baik sebelum maupun saat terjadinya banjir.
"Kami melakukan optimalisasi pengoperasian dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengendali banjir agar dapat bekerja maksimal dalam kondisi pra-banjir maupun saat penanganan banjir," kata Hendri, Sabtu (7/12/2024).
Hingga saat ini, DKI Jakarta memiliki 202 rumah pompa dengan total 593 unit pompa yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Pompa-pompa ini berfungsi untuk menyalurkan air yang tidak bisa mengalir secara gravitasi, mengingat sebagian besar wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut.
Adapun sebaran rumah pompa di Jakarta adalah sebagai berikut: Jakarta Timur memiliki 26 lokasi rumah pompa dengan 58 unit pompa, Jakarta Barat dengan 47 lokasi rumah pompa dan 148 unit pompa, Jakarta Pusat dengan 28 lokasi rumah pompa dan 108 unit pompa, Jakarta Selatan dengan 48 lokasi rumah pompa dan 116 unit pompa, serta Jakarta Utara dengan 53 lokasi rumah pompa dan 165 unit pompa.
Selain itu, Dinas SDA juga tengah melaksanakan pengerukan sedimen lumpur di sungai, kali, waduk, dan saluran air di seluruh wilayah Jakarta. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aliran air selama musim hujan.
Pemetaan lokasi banjir dan genangan juga dilakukan untuk mempercepat penanganan banjir atau genangan yang mungkin terjadi.
"Langkah-langkah lain seperti pengerukan lumpur dan pemetaan lokasi banjir terus dilaksanakan untuk meminimalisir genangan saat musim hujan," jelas Hendri.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengadakan apel kesiapsiagaan bencana untuk memastikan semua infrastruktur penanggulangan banjir dapat berfungsi dengan optimal.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, telah meminta agar seluruh dinas terkait, seperti Dinas SDA, Bina Marga, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, menyiapkan langkah mitigasi banjir, termasuk ketersediaan sumber daya manusia.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.