Pangannews.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memasukkan konsep pertanian cerdas (smart farming) dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
Program itu akan dikembangkan dengan menyasar generasi milenial sebagai pelaku utama dalam sektor pertanian.
"Program strategis pertama itu terkait pertanian karena 22 persen peran perekonomian Sumbar ini berasal dari sektor pertanian," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Medi Iswandi, dikutip Rabu, 29 Jsnuari 2025.
Bappeda meyakini bahwa generasi milenial memiliki ketertarikan tinggi terhadap teknologi sehingga lebih mudah beradaptasi dengan konsep pertanian cerdas.
Oleh karena itu, pengembangan inovasi dan aplikasi yang relevan akan menjadi bagian penting dalam merealisasikan program ini.
"Generasi milenial ini suka dengan teknologi. Namun untuk mewujudkan gagasan pertanian yang cerdas kita harus menyiapkan inovasi atau aplikasi yang relevan dengan konsep pertanian cerdas," ujarnya.
Selain itu, RKPD 2026 juga akan mencakup program sawah pokok murah yang mengusung konsep teknologi hijau untuk mengelola tanaman hortikultura. Medi Iswandi menilai program ini dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Menurutnya, program sawah pokok murah tersebut bisa menarik kemauan generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian sehingga pertanian cerdas yang dimasukkan dalam dokumen RKPD 2026 dapat terwujud.
Di sisi lain, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyatakan bahwa pihaknya juga memiliki program pendukung bernama Dari Nagari Untuk Negeri (Daun). Program ini bertujuan mengembangkan ekonomi berbasis komunal dan inklusif di Sumbar.
Salah satu fokus utama program Daun adalah pemberdayaan petani muda inovatif dan berkelanjutan. Upaya tersebut melibatkan pemanfaatan digital farming untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, serta penguatan data informasi stok dan produksi pertanian di daerah tersebut.
Editor: Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.