Pangannews.id - Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengajak masyarakat Kabupaten Tulungagung untuk mengembangkan budidaya tanaman pangan non-beras, salah satunya sorgum.
Upaya itu bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada beras.
Hal tersebut disampaikan Erma dalam acara Sosialisasi Pertanian bertema "Peningkatan Produktivitas Pertanian dengan Cara yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan" di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
“Sorgum ini kita kenalkan dan bersama-sama akan kita budidayakan sebagai bagian dari upaya mengintensifkan ketahanan pangan non-beras,” ujar Erma, dikutip Rabu, 12 Februari 2025.
Ia menambahkan bahwa masyarakat petani harus mulai mempertimbangkan tanaman pangan alternatif yang kaya vitamin dan memiliki manfaat luas bagi ketahanan pangan nasional.
“Fokus pemerintah saat ini adalah swasembada pangan yang ditargetkan pada tahun 2027. Artinya, pada tahun tersebut sudah tidak boleh ada lagi beras impor, kedelai impor, maupun jagung impor,” jelasnya.
Erma menegaskan bahwa dalam dua tahun ke depan, pemerintah akan meningkatkan intensifikasi sektor pertanian secara masif untuk memastikan kebutuhan pangan dalam negeri terpenuhi oleh produksi petani lokal.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi sarana produksi pertanian (saprodin), termasuk pupuk bersubsidi di Jawa Timur.
“Jawa Timur tidak boleh lagi ada masalah terkait pupuk. Jika intensifikasi produksi lahan pertanian ditingkatkan, maka saprodinya jangan sampai ada kendala,” terangnya.
Editor: Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.