Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Menuju Kemandirian Farmasi, BPOM Percepat Produksi Produk Biologi dalam Negeri

Bagikan
Menuju kemandirian farmasi, BPOM percepat produksi produk biologi dalam negeri. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)
Menuju kemandirian farmasi, BPOM percepat produksi produk biologi dalam negeri. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku obat esensial, termasuk produk biologi.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa BPOM berfokus pada pengembangan bahan baku produk biologi lokal, sebagai respons terhadap tingginya prevalensi diabetes di Indonesia.

Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF), diprediksi pada tahun 2045, sekitar satu dari delapan orang dewasa di dunia, atau sekitar 783 juta jiwa, akan menderita diabetes. Di Indonesia, angka penderita diabetes diperkirakan akan mencapai 28,6 juta orang pada tahun yang sama, menjadikan negara ini berada di peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

“Pengembangan bahan baku produk biologi serta produk biologi dalam negeri merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam ketersediaan dan aksesibilitas obat bagi masyarakat,” ujar Taruna.

Untuk itu, BPOM berkomitmen mendukung pengembangan produk biologi domestik dengan memberikan pendampingan kepada industri farmasi, termasuk dalam pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), mempercepat proses perizinan, dan meningkatkan kapasitas pengawasan serta inspeksi.

BPOM juga memberikan fasilitasi untuk uji klinis yang lebih efektif guna mempercepat produksi bahan baku produk biologi dan biosimilar di dalam negeri.

Haryanto Poedjianto, President Director PT Bernofarm, menjelaskan bahwa sejak akhir 2021, BPOM telah memberikan pendampingan kepada pihaknya, mulai dari perencanaan fasilitas hingga persiapan sertifikasi CPOB.

“Inspeksi untuk sertifikasi CPOB pada produk obat dijadwalkan pada September 2024. Kami juga telah mengajukan Corrective Action Preventive Action (CAPA) berdasarkan hasil inspeksi dan telah disampaikan kepada BPOM,” kata Haryanto.

Saat ini, PT Bernofarm telah mengantongi 20 sertifikat CPOB dengan berbagai jenis sediaan farmasi. Ke depan, perusahaan ini akan memproduksi produk biologi, termasuk heparin, yang merupakan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah, serta produk biologi lainnya.

Hal ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan sektor kesehatan nasional dan mendorong kemandirian farmasi Indonesia.

"Inovasi yang dilakukan oleh PT Bernofarm adalah kontribusi penting dalam mendukung program kemandirian bangsa, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri dan penguatan sektor kesehatan, sesuai dengan arahan Presiden," pungkas Taruna.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal