Pangannews.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengupayakan percepatan penurunan angka stunting dengan target prevalensi sebesar 20,6 persen pada tahun 2025.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di provinsi ini telah menunjukkan tren penurunan, dari 26,9 persen pada 2022 menjadi 23,5 persen pada 2023, atau turun sebesar 3,4 persen.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting se-Kalimantan Tengah 2025, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan dukungan menyeluruh dari semua pemangku kepentingan.
“Penurunan ini akan lebih efektif manakala kita semua bisa berkolaborasi dengan semua stakeholders,” ujar Edy, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalimantan Tengah.
Ia menambahkan bahwa untuk mencapai target tersebut, diperlukan pemetaan kegiatan dan penganggaran yang matang, serta penguatan konvergensi antar program lintas sektor. Kolaborasi ini mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan hingga penyusunan rencana kerja di berbagai tingkatan pemerintahan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng, Leonard S. Ampung, mengatakan bahwa rakor ini tidak hanya bertujuan menjamin optimalnya pelaksanaan aksi konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS), tetapi juga sebagai langkah menyelaraskan target kinerja dan capaian layanan intervensi di lapangan.
“Kolaborasi ini melibatkan seluruh perangkat daerah yang bertanggung jawab, juga dukungan dari sektor non-pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat,” kata Leonard.
Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting tidak hanya tergantung pada program kesehatan, namun memerlukan dukungan lintas sektor seperti pendidikan, ketahanan pangan, sanitasi, hingga kesejahteraan sosial.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.