Rabu, 16 April 2025 12:53 WIB
Pangannews.id - Rencana pemerintah membentuk Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mendapat sorotan dari kalangan ekonom.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai, pembentukan koperasi ini harus dibarengi dengan penerapan prinsip profesionalitas dan pola pikir bisnis yang kuat agar benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat desa.
Dikutip dari Antara, Selasa (15/4/2025), Faisal menyampaikan bahwa koperasi seharusnya tidak hanya dijalankan berdasarkan semangat kebersamaan, tetapi juga harus dikelola layaknya sebuah unit usaha yang profesional dan berorientasi pada profit.
Menurutnya, keuntungan yang diperoleh koperasi bukan untuk segelintir orang, tetapi harus dibagi secara adil kepada seluruh anggotanya.
“Termasuk sistem dan pemilihan orang-orangnya harus orang-orang yang punya mindset bisnis, bukan birokrasi, bukan yang tahunya cuma kerja atau administrasi saja,” tegas Faisal.
Ia mengingatkan bahwa banyak koperasi di masa lalu yang gagal berkembang karena terlalu bergantung pada bantuan pemerintah, buruknya tata kelola, hingga praktik fraud dan korupsi.
Untuk itu, perubahan pola pikir dianggap sangat penting agar koperasi benar-benar bisa berjalan secara mandiri dan efektif, tidak hanya menunggu dana dari pemerintah.
Faisal juga menyoroti pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan Kopdes Merah Putih, terlebih jika koperasi tersebut menerima dana dari APBN atau APBD.
Menurutnya, sistem pengawasan yang ketat dibutuhkan agar penggunaan dana publik menghasilkan manfaat yang nyata.
“Jadi jangan hanya mengharapkan pencairan dana APBN untuk kemudian nanti hilang, tidak ada bekasnya, tidak ada hasilnya,” ujarnya.
Editor : Adi Permana
Senin, 25 Mei 2026 19:03 WIB
Sabtu, 23 Mei 2026 13:05 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 12:56 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...