Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Harga Ekspor Lebih Tinggi, Stok Kelapa di Dalam Negeri Menipis

Bagikan
Harga ekspor lebih tinggi, stok kelapa di dalam negeri menipis. (Foto : Pixabay)
Harga ekspor lebih tinggi, stok kelapa di dalam negeri menipis. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa tingginya harga kelapa di pasar ekspor membuat banyak pengusaha memilih menyalurkan produk mereka ke luar negeri. Akibatnya, stok kelapa di dalam negeri menjadi langka dan menyebabkan kenaikan harga di pasar lokal.

Mendag Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pelaku industri kelapa dan para eksportir guna mencari solusi atas mahalnya harga kelapa di pasar domestik.

"Kan ini mahal, karena diekspor ya. Harga ekspor memang lebih tinggi daripada harga dalam negeri. Karena semua ekspor, akhirnya jadi langka dalam negeri," ujar Budi.

Ia menambahkan, pertemuan tersebut bertujuan untuk menciptakan kesepakatan terbaik antara pelaku industri dan eksportir, agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi tanpa merugikan petani dan pelaku ekspor.

"Biar nanti ada kesepakatan yang lebih baik. Karena kita juga di dalam negeri membutuhkan. Tetapi harga tentunya juga kalau murah kan, petani dan eksportir kan nggak mau. Jadi nanti kita cari kesempatan yang lebih baik," lanjutnya.

Berdasarkan data Info Pangan Jakarta per Kamis (17/4), harga kelapa bulat atau kelapa kupas bervariasi di sejumlah pasar Ibu Kota. Di Pasar Induk Kramat Jati, harga rata-rata kelapa mencapai Rp13.769 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp21.000 per kilogram.

Sementara di Pasar Senen Blok III-IV, harga rata-rata tercatat Rp13.333 per kilogram dan tertinggi Rp15.000 per kilogram.

Pasar Grogol mencatat harga rata-rata Rp10.321 per kilogram dengan harga tertinggi Rp20.000 per kilogram. Adapun harga rata-rata di beberapa wilayah Jakarta juga menunjukkan angka yang cukup tinggi: Jakarta Barat Rp17.500 per kilogram, Jakarta Pusat Rp15.600, Jakarta Timur Rp17.500, Jakarta Rp16.400, dan Jakarta Utara Rp13.667 per kilogram.

 

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal