Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Limbah Kayu Situbondo Jadi Bahan Bakar PLTU Paiton

Bagikan
Limbah kayu Situbondo jadi bahan bakar PLTU Paiton. (Foto : dok. PLN)
Limbah kayu Situbondo jadi bahan bakar PLTU Paiton. (Foto : dok. PLN)

Pangannews.id - Program cofiring biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tak hanya mendukung transisi energi bersih, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.

Salah satu pemasok biomassa, PT Raja Muda Gemilang (RMG) asal Kabupaten Situbondo, tercatat telah membuka lapangan kerja bagi ratusan warga sekitar.

Direktur Utama PT RMG, Wahyu Andrian, mengungkapkan perusahaannya mulai menyuplai limbah kayu berupa serbuk gergaji (sawdust) sebagai bahan cofiring sejak pertengahan 2023. Hingga kini, kegiatan itu telah menyerap sebanyak 646 tenaga kerja.

“Alhamdulillah, dengan adanya program cofiring biomassa ini tercipta lapangan kerja baru, baik di fasilitas produksi maupun di area stockpile,” ujar Wahyu, dikutip dari Antara, Rabu (14/5/2025).

Para pekerja tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Situbondo, Probolinggo, dan Lumajang. Mereka mencakup tenaga kerja internal, operator alat berat, hingga sopir truk.

Wahyu menambahkan, suplai serbuk gergaji ini merupakan hasil kerja sama antara PT RMG dan PT PLN Nusantara Power, yang bertujuan mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.

“Ini bentuk dukungan kami terhadap transisi energi bersih dan upaya PLN mengurangi ketergantungan pada batu bara,” ucapnya.

Salah satu pekerja yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Agus Suprayitno (43), sopir dump truck asal Kecamatan Suboh, Situbondo. Sejak 2023, Agus rutin mengangkut limbah kayu untuk PLTU Paiton.

“Dulu saya sopir dump truck proyek bangunan, kerja tergantung pesanan. Sekarang pendapatan saya stabil, satu kali angkut dibayar Rp100.000, bisa enam sampai delapan rit per hari,” kata Agus, seraya menyebut pekerjaan barunya lebih aman dan minim risiko.

Senada dengan Agus, Sariman, sopir dump truck asal Kecamatan Paiton, Probolinggo, juga mengaku penghasilannya kini jauh lebih baik.

“Upahnya lebih tinggi dibanding angkut material bangunan. Risiko kerja juga kecil,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari ANTARA, PLTU Paiton berkapasitas total 4.600 Megawatt (MW) dan menyumbang sekitar 17 persen pasokan listrik untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

Dalam upaya mendukung energi terbarukan, PLTU Paiton telah menerapkan cofiring biomassa, yang mampu menghemat penggunaan batu bara hingga lima persen.

Adapun kebutuhan biomassa untuk PLTU Paiton 1-2 mencapai 154.519 ton per tahun, sementara PLTU Paiton 9 memerlukan 105.062 ton per tahun.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal