Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan janji proses cepat atau meminta imbalan biaya.
Seluruh proses pendaftaran SPPG, ditegaskan hanya dilakukan melalui jalur resmi sesuai prosedur yang ditetapkan BGN.
"Seluruh pendaftaran SPPG hanya dilakukan melalui jalur resmi dan harus sesuai prosedur BGN," tegas Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Meida Octarina, dalam keterangan resmi, Selasa (20/5/2025).
Pemerintah Provinsi Banten saat ini sedang menggencarkan pendirian SPPG di delapan kabupaten/kota sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas nasional.
Meida menjelaskan bahwa SPPG, atau yang sering disebut sebagai dapur gizi, merupakan elemen kunci untuk menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia.
"Anak-anak akan menikmati menu yang dirancang khusus dengan kombinasi protein hewani, karbohidrat, sayur-mayur, buah segar, serta susu atau produk olahannya," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan menjadi generasi unggul yang siap bersaing secara global.
Dalam Rakor bersama kepala daerah se-Banten, Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa target penerima manfaat MBG di Provinsi Banten mencapai 2,9 juta siswa, belum termasuk ibu hamil dan menyusui.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BGN memperkirakan dibutuhkan sekitar 1.388 SPPG, namun saat ini baru tersedia 35 unit.
Gubernur Banten Andra Soni telah menginstruksikan para kepala daerah untuk mendukung penuh percepatan pembangunan SPPG sebagai ujung tombak implementasi Program MBG di daerah.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman mengajak masyarakat luas untuk aktif berpartisipasi dalam program MBG.
“Kami mengundang masyarakat, khususnya orang tua, komunitas pendidikan, dan para pemuda untuk mendukung implementasi program ini,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.