Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Program Panen Padi 10 Ton per Hektare, Bupati Pati Janji Petani Tak Lagi Rugi

Bagikan
Bupati Pati, Sudewo. (Foto: jatengprov.go.id)
Bupati Pati, Sudewo. (Foto: jatengprov.go.id)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Pati terus memperkuat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan, pengembangan sektor perikanan, hingga peningkatan hasil pertanian.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, saat meninjau aktivitas nelayan merah putih di pesisir Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti,

Dalam kunjungannya, Sudewo menegaskan bahwa proyek peningkatan jalan penghubung Tayu – Dukuhseti hingga Puncel akan segera rampung.

Jalan tersebut menjadi jalur strategis yang menghubungkan Pati dengan Kabupaten Jepara dan sangat vital untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perikanan.

“Jalan Tayu – Dukuhseti sudah hampir selesai. Walaupun kondisinya sudah cukup baik, saya tetap akan berjuang menyelesaikan sisanya. Mudah-mudahan tahun ini, atau paling lambat tahun depan, seluruh ruas bisa diselesaikan dengan kualitas yang setara dan bagus,” ujarnya, dikutip Senin, 14 Juli 2025.

Di sektor pertanian, Pemkab Pati tengah menggencarkan program "Satu Hektare 10 Ton Bisa". Program ini bertujuan mendorong petani meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan hingga mencapai 10 ton padi per hektare.

“Program ini bukan sekadar slogan. Di desa-desa seperti Mangunrekso dan Larangan, bahkan di wilayah Pati Selatan, sudah terbukti ada petani yang panennya mencapai 10 ton lebih per hektare,” ungkap Sudewo.

Ia menyebut, saat ini merupakan momentum yang sangat baik bagi petani, karena kendala yang selama ini dihadapi seperti kelangkaan pupuk dan rendahnya harga gabah telah teratasi.

Pemerintah pusat telah menjamin distribusi pupuk berjalan lancar dan harga gabah kini dipatok minimal Rp6.500 per kilogram.

“Pupuk tidak langka lagi, distribusi lancar, dan harga gabah sudah dipatok minimal Rp6.500 per kilogram. Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan,” tegasnya.

Terkait penyerapan hasil panen, Pemkab Pati juga telah mengambil langkah antisipatif. Sudewo memastikan bahwa seluruh hasil panen petani akan diserap dengan harga yang wajar dan menguntungkan.

“Petani tidak perlu khawatir. Pemerintah menjamin hasil panen akan dibeli dengan harga yang layak,” tambahnya.

Dengan penguatan infrastruktur, dukungan terhadap sektor pertanian dan nelayan, serta kepastian distribusi hasil panen, Kabupaten Pati semakin mantap melangkah menuju daerah yang mandiri dan sejahtera.

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal