Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Harga Cabai Rawit Hijau Hingga Bawang Merah Melejit, Ini Kata Ibu-Ibu di Kabupaten Bogor

Bagikan
Uju, ibu rumah tangga yang keluhkan kenaikan harga pangan di Jawa Barat. (Foto: Pangannews.id)
Uju, ibu rumah tangga yang keluhkan kenaikan harga pangan di Jawa Barat. (Foto: Pangannews.id)

Pangannews.id - Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan pada hari ini, Senin (14/7/2025), berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) dan dashboard resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Komoditas yang mencatat kenaikan paling tinggi adalah cabai rawit hijau, yang naik hingga Rp6.000 per kilogram, menjadi Rp53.200/kg.

Selain cabai rawit hijau, harga bawang merah juga melonjak sebesar Rp4.750, kini menjadi Rp50.300/kg.

Sementara itu, cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing mengalami kenaikan harga sebesar Rp1.000 dan Rp1.500 per kilogram, menjadikannya Rp49.150 dan Rp46.650/kg.

Sebaliknya, cabai rawit merah justru mencatat penurunan harga sebesar Rp1.400, turun menjadi Rp72.700/kg.

Kondisi berbeda terjadi pada sejumlah bahan pokok lainnya. Harga komoditas seperti beras, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir cenderung stabil atau hanya mengalami fluktuasi ringan.

Harga beras umum berada pada kisaran Rp13.800–Rp16.500/kg, sedangkan telur ayam ras berkisar antara Rp29.400–Rp32.200/kg.

Harga daging ayam ras tercatat di Rp34.400/kg, dan daging sapi murni stabil di angka Rp143.750/kg. Untuk minyak goreng kemasan, harga berada di kisaran Rp21.500–Rp21.700/liter, sementara minyak goreng curah di Rp19.300/liter. Adapun gula pasir konsumsi masih bertahan di kisaran Rp18.100–Rp19.100/kg.

Uju, ibu rumah tangga di Kabupaten Bogor menyampaikan tanggapannya terkait kenaikan harga dari beberapa komoditi pangan.

“Udah enggak aneh naik harga, hamper tiap hari naik terus, sekarang serba mahal. Yang dagang jadi harus nambah modal, apalagi bawang ya Allah, cabai juga,” keluh Uju kepada Pangannews.id, Senin 14 Juli 2025.

Komentar juga disampaikan oleh A’ah, seorang pemilik warung makan ayam penyet.

“Diakal-akalin aja kita, jadi cabainya kita kurangi, banyakin tomat. Ya gimana cabai hijau naik, rawit walau pun dibilang turun ya tetap mahal,” tuturnya.

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal