Pangannews.id - Kota Juneau di negara bagian Alaska tengah menghadapi ancaman serius dari banjir akibat pencairan gletser yang tak terkendali.
Ribuan warga telah meninggalkan rumah mereka sejak Selasa (13/8/2025) malam setelah peringatan darurat dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Banjir ini dipicu oleh meluapnya air dari Suicide Basin, cekungan air yang terbentuk di sekitar Gletser Mendenhall, sekitar 19 kilometer dari pusat kota.
Cekungan ini setiap tahun menampung air hujan dan salju mencair, dan kini tekanan air yang tinggi memaksa alirannya menembus bendungan es alami, menyebabkan limpahan ke Danau Mendenhall dan Sungai Mendenhall.
“Jangan menunggu, evakuasi,” demikian bunyi peringatan yang dikirimkan kepada warga kota. Sekitar 30 ribu penduduk di zona rawan banjir telah diminta mengungsi sejak dini hari.
Ahli meteorologi dari Badan Cuaca Nasional, Nicole Ferrin, memperingatkan bahwa banjir kali ini berpotensi menjadi yang terparah dalam sejarah modern Juneau.
"Ini akan menjadi rekor baru, berdasarkan semua informasi yang kami miliki," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Tahun ini, puncak banjir diperkirakan mencapai antara 4,97 hingga 5,12 meter, melewati rekor tertinggi sebelumnya pada Agustus 2024 sebesar 4,87 meter.
Dalam 14 tahun terakhir, bencana serupa telah merusak ratusan rumah dan menyebabkan kerugian besar, namun intensitas dan frekuensi banjir meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah setempat telah memasang penghalang sementara untuk menahan luapan air, tetapi dengan kekuatan air yang dipicu oleh perubahan iklim.
Para ilmuwan mengaitkan fenomena ini langsung dengan pemanasan global. Gletser-gletser kecil yang dulu menopang struktur es utama kini telah mencair, meninggalkan cekungan terbuka yang menjadi kolam alami setiap musim panas.
Ketika tekanan air meningkat, limpasan terjadi secara tiba-tiba dan menghanyutkan material di sekitarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.