Kamis, 14 Agustus 2025 11:11 WIB
Pangannews.id - Pasar gula semut berbasis nira aren di Indonesia menyimpan potensi ekonomi besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) BRIN, Istriningsih, mengungkapkan bahwa kapasitas produksi dalam negeri masih jauh dari cukup untuk memenuhi permintaan pasar domestik, apalagi pasar ekspor.
Dalam paparannya pada kegiatan Pareto 2025 yang digelar pekan lalu, Istriningsih menyebut bahwa kebutuhan gula semut nasional mencapai 20 ton per bulan, sementara produksi dalam negeri baru mampu menyediakan sekitar 5–10 ton.
Ketimpangan ini menunjukkan peluang besar, tapi juga memperlihatkan lemahnya kapasitas industri hulu.
“Basis industri gula semut adalah nira aren. Ini bisa menjadi jalan untuk meningkatkan nilai tambah rumah tangga dan ekonomi lokal, terutama di wilayah seperti Jawa Tengah,” ujarnya.
Namun, di balik potensi itu, banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Mulai dari keterbatasan bahan baku akibat menurunnya populasi pohon aren, proses produksi yang masih tradisional, mutu produk yang belum konsisten, hingga pemasaran yang tidak terorganisir dengan baik.
Lebih jauh, Istriningsih menyampaikan bahwa kontribusi Indonesia dalam pasar ekspor gula semut global masih berada di kisaran 3 persen. Artinya, Indonesia belum menjadi pemain signifikan di pasar dunia meskipun memiliki bahan baku dan SDM yang cukup besar.
“Pasar ekspor sebenarnya sangat potensial, tapi kita belum bisa bicara banyak karena kapasitas dan kualitas produk belum memenuhi standar,” tambahnya.
Penelitian BRIN saat ini memfokuskan kajian pada rantai pasok gula semut di Kabupaten Temanggung sebagai salah satu wilayah penghasil gula semut utama.
Tujuannya adalah untuk memetakan kondisi eksisting, serta mengidentifikasi titik-titik krusial yang harus diperbaiki agar rantai nilai bisa berjalan efisien.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi agroindustri gula semut, bukan hanya sebagai produk komoditas rumah tangga, tetapi sebagai bagian dari industri yang menopang ekonomi lokal dan ekspor.
Editor : Adi Permana
Kamis, 07 Mei 2026 12:25 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 11:07 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 10:58 WIB
Senin, 04 Mei 2026 12:13 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...