Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Inovasi Superfood hingga Pertanian Presisi, Ini Strategi BRIN Perkuat Ketahanan Pangan

Bagikan
BRIN menginisiasi NutriFoodSync, platform nasional yang memusatkan riset pada inovasi superfood, pangan alternatif, dan pertanian presisi. (Foto : Pixabay)
BRIN menginisiasi NutriFoodSync, platform nasional yang memusatkan riset pada inovasi superfood, pangan alternatif, dan pertanian presisi. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id – Tingginya kekhawatiran akan ketahanan pangan global mendorong BRIN menginisiasi NutriFoodSync, platform nasional yang memusatkan riset pada inovasi superfood, pangan alternatif, dan pertanian presisi.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar soal produksi, tetapi harus melibatkan kolaborasi tiga sektor utama, yakni riset, industri, dan pemerintah.

“Tanpa sinergi antar sektor, hasil riset sulit diakses masyarakat. Inovasi harus bisa menembus pasar, dari UMKM hingga konsumen,” ujar Puji.

Dilansir dari laman BRIN, Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN, Satriyo Krido Wahono, mengatakan perlunya mempercepat pengembangan pangan lokal bernutrisi tinggi.

Menurutnya, pangan seperti umbi-umbian, serealia, dan hasil laut punya potensi jadi superfood, baik untuk ketahanan gizi maupun peluang ekonomi.

“Pasar global superfood menyentuh USD 319 juta pada 2022. Indonesia bisa masuk lebih lebar, jika didukung teknologi olah, kemasan modern, dan standar keamanan pangan,” ungkapnya.

Menyusul itu, Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Yudhistira Nugraha, memaparkan bahwa produktivitas pertanian Indonesia terhambat krisis iklim dan keterbatasan lahan. Pertanian presisi hadir sebagai jawaban:

“Teknologi ini memungkinkan petani memaksimalkan hasil dengan input lebih efisien. Namun, untuk itu perlu didukung kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, dan penguatan riset,” katanya.

Platform NutriFoodSync diharapkan menjadi jembatan antara inovasi riset dengan praktik industri dan kebijakan publik, memastikan inovasi pangan seperti superfood dan hasil pertanian dikembangkan secara inklusif dan masuk ke pasar lebih luas.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal