Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Ditjenpas Bangka Belitung Kembangkan Program Pangan Berkelanjutan di Lapas

Bagikan
Lapas Tua Tunu Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangan tanaman padi di dalam lapas. (Foto : Antara/Aprionis).
Lapas Tua Tunu Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangan tanaman padi di dalam lapas. (Foto : Antara/Aprionis).

Pangannews.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengintensifkan program ketahanan pangan di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Babel, Herman Sawiran, mengatakan program ini telah melibatkan sekitar 20 persen warga binaan dari total 2.924 orang yang tersebar di sepuluh unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah tersebut.

“Pembinaan difokuskan pada penanaman tanaman pangan dan peternakan unggas yang dilakukan di lingkungan lapas. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membina warga binaan agar memiliki keterampilan,” kata Herman.

Warga binaan yang terlibat berasal dari berbagai lapas, LPKA, rutan, bapas, dan rupbasan, dengan rincian 2.763 pria dan 161 perempuan. Selain sektor pangan, warga binaan juga mendapat pelatihan keterampilan seperti servis ringan sepeda motor, las fabrikasi, serta tata boga.

“Tujuannya agar setelah bebas, mereka memiliki kemampuan untuk mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Maman Hermawan, menambahkan salah satu program unggulan yang sedang dikembangkan adalah budidaya sayuran sistem hidroponik.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

“Program ini menjadi bagian dari pembinaan produktif. Kami ingin membentuk warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat,” ujar Maman.

Ia menyebut budidaya hidroponik akan terus dikembangkan dengan menambah jenis tanaman dan meningkatkan kapasitas produksi. Pengembangan ini sejalan dengan visi pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan.

“Kami ingin lapas menjadi tempat pembinaan yang betul-betul memberikan dampak positif, bukan hanya tempat menjalani hukuman,” pungkasnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal