Pangannews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengerahkan empat helikopter untuk melakukan operasi pemadaman udara (water bombing).
Dalam satu hari, sebanyak 129 kali pemboman air dilakukan di empat kabupaten terdampak, yakni Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Total 516 ribu liter air dijatuhkan ke titik-titik api yang terpantau masih aktif.
“Helikopter patroli terus bergerak. Kalau masih ada asap, akan langsung dilakukan pemboman air susulan,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, di Palembang, Senin (8/9/2025).
Wilayah Ogan Ilir menjadi lokasi dengan operasi pemadaman terbanyak. Di Kecamatan Muara Kuang, helikopter melakukan 62 kali pemboman air. Titik api berhasil ditekan, namun masih terpantau asap tipis di beberapa titik.
Di kecamatan tetangganya, Rambang Kuang, sebanyak empat kali pemboman dilakukan, namun kondisi lahan masih belum sepenuhnya padam. Satgas darat turut dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit dipadamkan lewat udara.
Di Kabupaten PALI, karhutla terpantau di Kecamatan Penukal dan Penukal Utara. Total 42 kali water bombing dilakukan dan api berhasil dipadamkan.
Sementara di Muara Enim, kebakaran di wilayah Lubai digempur dengan 15 kali pemboman, namun hingga akhir operasi masih menyisakan asap.
“Di beberapa titik memang sulit dijangkau dari darat, jadi kita maksimalkan pemadaman dari udara,” kata Sudirman.
Di OKU Timur, karhutla terjadi di kawasan Semendawai. Enam kali pemboman udara dilakukan dan dinyatakan berhasil memadamkan titik api.
Meski begitu, BPBD belum mencabut status siaga. Helikopter patroli masih melakukan pemantauan berkala untuk mendeteksi titik api baru yang bisa muncul akibat cuaca panas dan angin kencang.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.