Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pos Gizi ‘Tamansari Ceria’ Diluncurkan untuk Tekan Stunting di Jakarta Barat

Bagikan
Pemkot Jakarta Barat meluncurkan Pos Gizi Tamansari Ceria untuk peningkatan status gizi balita dan pencegahan stunting di halaman Kantor Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (11/9/2025). (Foto : Pemkot Jakbar).
Pemkot Jakarta Barat meluncurkan Pos Gizi Tamansari Ceria untuk peningkatan status gizi balita dan pencegahan stunting di halaman Kantor Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (11/9/2025). (Foto : Pemkot Jakbar).

Pangannews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat meluncurkan Pos Gizi Tamansari Ceria untuk menangani masalah gizi buruk dan menekan angka stunting pada balita di wilayah Kecamatan Tamansari, Kamis (11/9/2025).

Fasilitas ini berlokasi di halaman Kantor Kelurahan Tamansari dan akan difokuskan pada layanan gizi terpadu bagi masyarakat.

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Tamansari, Eti Juhariah, menjelaskan bahwa Pos Gizi ini bukan hanya tempat distribusi makanan tambahan, melainkan pusat layanan yang mencakup pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, pemberian suplemen, serta pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan ekosistem peduli gizi di masyarakat. Pos ini hadir sebagai bentuk intervensi langsung, bukan hanya program jangka pendek,” ujar Eti.

Camat Tamansari, Tumpal Hasiholan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sosial "Tamansari Peduli", yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam membantu masyarakat rentan secara langsung.

“Sebelumnya kami lakukan di Kelurahan Krukut dengan menyasar 10 balita stunting. Kini giliran Tamansari dengan tujuh balita yang menjadi fokus, empat di antaranya stunting, tiga lainnya berada di bawah garis merah,” jelas Tumpal.

Sementara itu, Lurah Tamansari, Abdul Malik Raharusun, menambahkan bahwa peluncuran pos gizi ini diiringi dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 14 hari, mulai 11 hingga 24 September 2025. Program ini ditujukan kepada tujuh balita dengan kondisi rawan gizi.

Menariknya, PMT tidak hanya berupa makanan siap santap, tapi juga disertai edukasi pengolahan makanan sehat yang bisa diterapkan keluarga sehari-hari. Menu yang disiapkan di antaranya nasi sup ayam telur fantasi, buah semangka, dan snack perkedel ayam bayam.

“Kami ingin orang tua belajar mengolah makanan yang terjangkau namun bernutrisi. Harapannya, ini bisa menjadi kebiasaan dan tidak berhenti di pos gizi saja,” ungkap Abdul.

Menurut data nasional, prevalensi stunting di Indonesia masih di atas 20%, dan Jakarta Barat termasuk dalam wilayah yang menjadi perhatian. Peluncuran Pos Gizi Tamansari Ceria menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat upaya preventif di level kelurahan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal