Senin, 15 September 2025 09:05 WIB
Pangannews.id - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi pemanfaatan sampah plastik untuk pembangunan fasilitas publik, yang dinilainya sebagai langkah nyata dalam pembangunan ramah lingkungan sekaligus upaya pelestarian hutan.
“Mengubah masalah sampah menjadi berkah, dan mengubah niat membangun menjadi aksi nyata menyelamatkan hutan,” ujar Raja Juli.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli menanggapi pembangunan Masjid Kembar Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang berlokasi di Peacesantren Welas Asih, Garut, Jawa Barat.
Masjid tersebut dibangun dengan memanfaatkan 12 ton limbah plastik, yang menurut perhitungan setara dengan penyelamatan sekitar 8.000 batang pohon dari penebangan.
Masjid kembar ini merupakan gagasan Peacesantren Welas Asih, sebuah pesantren yang didirikan oleh pegiat sosial Irfan Amalee pada tahun 2021. Selain limbah plastik, pembangunan masjid juga menggunakan 24 ton gabah padi, sebagai bagian dari konsep arsitektur berkelanjutan yang mengedepankan penggunaan bahan ramah lingkungan.
“Saya mendapat informasi bahwa masjid kembar ini akan dibangun menggunakan 12 ton sampah plastik. Angka ini sendiri sudah sangat mengagumkan. Tapi yang membuat saya sebagai Menteri Kehutanan tergerak adalah bahwa ini setara dengan menyelamatkan 8.000 batang pohon,” ujar Menhut.
Lebih lanjut, ia berharap pembangunan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi rumah ibadah lain maupun fasilitas umum di seluruh Indonesia.
“Saya berharap, Masjid Kembar Ar-Rahman dan Ar-Rahim ini akan menjadi contoh, sebuah purwarupa yang menginspirasi pembangunan masjid-masjid lain, gereja, pura, wihara, dan bangunan publik lainnya di seluruh Indonesia untuk mengadopsi prinsip yang sama,” tambahnya.
Pembangunan ramah lingkungan ini, menurut Menhut, merupakan contoh nyata kolaborasi antara agama, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 23 Mei 2026 12:09 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 11:07 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 10:58 WIB
Jumat, 24 April 2026 10:00 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...