Pangannews.id - Presiden Prabowo Subianto mewajibkan setiap dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki alat uji makanan sebelum distribusi. Kebijakan ini diambil setelah muncul puluhan kasus keracunan massal yang menimpa ribuan penerima manfaat.
“Kita sudah bikin SOP, semua alat harus dicuci dengan standar modern, dan semua dapur wajib punya test kit. Sebelum distribusi, makanan harus diuji dulu,” kata Prabowo dalam pidato di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Prabowo menyebut jumlah penerima MBG sudah mencapai 30 juta orang, terdiri dari anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Namun target akhir program ini adalah 82,9 juta penerima pada Desember 2025.
“30 juta boleh bangga, tapi masih ada 50 juta anak dan ibu hamil menunggu. Kita tidak bisa paksakan lebih cepat, karena bisa menimbulkan penyimpangan atau kekurangan lebih besar,” ujarnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sejak Januari hingga September 2025 terjadi 70 insiden keamanan pangan, termasuk keracunan, yang berdampak pada 5.914 penerima MBG.
Kasus terbanyak ditemukan di Pulau Jawa (41 kasus, 3.610 korban), disusul Sumatera (9 kasus, 1.307 korban), dan wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, serta Nusa Tenggara (20 kasus, 997 korban).
Hasil pemeriksaan menemukan kontaminasi bakteri sebagai penyebab utama. Di antaranya e-coli pada air, nasi, tahu, dan ayam; staphylococcus aureus pada tempe dan bakso; salmonella pada ayam, telur, dan sayur; bacillus cereus pada mie; serta coliform, klebsiella, dan proteus dari air.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.