Pangannews.id - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan dua langkah strategis kepada jajarannya untuk memperkuat ketahanan nasional di bidang pangan dan teknologi.
Ia menugaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan revitalisasi pabrik pupuk nasional, serta meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi.
Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (17/10/2025), yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Presiden ingin memastikan pasokan pupuk aman sebagai fondasi utama swasembada pangan nasional.
“Bapak Presiden meminta Kementerian Pertanian mencari terobosan agar ketersediaan pupuk terjamin. Jika perlu, lakukan revitalisasi terhadap pabrik-pabrik pupuk yang ada,” ujar Prasetyo.
Revitalisasi tersebut, kata Prasetyo, difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional agar harga pupuk lebih terjangkau bagi petani. Presiden menilai ketersediaan pupuk yang stabil menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian.
“Rantai pasok harus efisien agar beban petani berkurang. Ini bagian dari upaya menuju kemandirian pangan,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, Presiden juga menyoroti pentingnya penguatan SDM di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Menteri Brian Yuliarto mendapat mandat memperkuat riset dan inovasi di sektor pertanian, energi, dan mineral.
“Presiden memberi tugas khusus untuk mengembangkan teknologi yang dapat mendorong swasembada energi dan pangan, termasuk inovasi bibit unggul serta pemanfaatan sumber daya mineral,” kata Prasetyo.
Kebijakan tersebut menandai pergeseran arah pemerintah dari pengguna menjadi pengembang teknologi nasional, dengan fokus agar riset dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan diterapkan dalam industri dan sektor pertanian.
Rapat terbatas itu juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.