Pangannews.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong pondok pesantren untuk mengambil bagian dalam rantai pasok pangan halal dan bergizi yang menyokong pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Imdadun Rahmat, mengatakan pesantren memiliki potensi besar tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pesantren dinilai sangat relevan untuk dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan program MBG.
“Undang-undang sudah menegaskan tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial. Maka sudah seharusnya pesantren menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis,” ujar Imdadun.
Menurutnya, keterlibatan pesantren akan memperkuat ekosistem pangan nasional berbasis komunitas, karena banyak di antaranya telah memiliki unit usaha pangan, koperasi, hingga lahan pertanian yang dapat mendukung penyediaan bahan makanan bergizi.
Baznas sendiri, kata dia, berkomitmen menjadikan mustahik dan UMKM binaan zakat produktif sebagai bagian dari rantai pasok tersebut, mulai dari pengolahan bahan pangan hingga distribusi kepada penerima manfaat program MBG.
“Program MBG bukan hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi umat. Dengan melibatkan pesantren dan UMKM binaan, manfaatnya akan dirasakan secara lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, semangat Program MBG yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selaras dengan nilai zakat yang berpihak pada kelompok rentan.
Kolaborasi antara Baznas, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Kementerian Agama diharapkan dapat memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus membentuk model kemandirian pangan berbasis pesantren.
“Sinergi ini akan membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan dan memperkuat peran pesantren dalam menjaga ketahanan gizi masyarakat,” tambah Imdadun.
Sementara itu, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto Suwignyo, menegaskan pentingnya peran pesantren dalam memperkuat fondasi Program MBG.
Menurutnya, pesantren tidak hanya dapat menjadi penerima manfaat, tetapi juga penyedia bahan pangan dan penggerak ekonomi umat.
“Baznas melalui jaringan pesantren dan UMKM binaannya bisa menjadi katalisator ekonomi dalam ekosistem MBG. Anak-anak akan mendapat gizi layak, sementara pesantren dan pelaku usaha kecil memperoleh pasar yang berkelanjutan,” ujar Nyoto.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.