Pangannews.id - Pemerintah Selandia Baru menyambut keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mencabut tarif tambahan pada sejumlah produk pertanian.
Keputusan tersebut dinilai dapat memperluas ruang negosiasi bagi produk unggulan lain, termasuk ikan-ikan Selandia Baru yang dikenal kaya omega-3.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu mengumumkan pencabutan tarif untuk lebih dari 200 produk pangan demi meredam kenaikan harga bahan makanan. Langkah ini langsung disambut positif oleh Wellington.
Selandia Baru selama ini memasok sekitar 25 persen produk pertanian yang diimpor AS, dengan nilai mencapai 2,21 miliar dolar Selandia Baru atau USD 1,25 miliar per tahun.
Menteri Perdagangan Selandia Baru Todd McClay mengatakan keputusan tersebut melegakan para eksportir yang berbulan-bulan dihantui kenaikan biaya dan ketidakpastian perdagangan.
Ia menilai kebijakan itu bukan hanya menguntungkan peternak dan produsen buah, tetapi juga memberi momentum bagi sektor perikanan yang tengah mengincar pasar lebih besar di AS.
Produk perikanan Selandia Baru, terutama ikan hoki, salmon Selandia Baru, serta minyak ikan olahan, dikenal memiliki kandungan DHA dan EPA yang tinggi, dua jenis omega-3 yang berperan penting untuk kesehatan jantung dan otak.
Permintaan produk kaya omega-3 terus meningkat di AS seiring tren pangan sehat dan pertumbuhan pasar suplemen.
McClay menekankan bahwa peluang tersebut hanya bisa dimaksimalkan jika hambatan tarif lainnya ikut diturunkan.
“Penghapusan ini baru sebagian. Masih ada tarif timbal balik yang membebani sejumlah komoditas kita,” ujarnya.
Ia menyatakan akan terus mendesak Washington agar kebijakan serupa diberlakukan untuk produk Selandia Baru lain yang bernilai ekspor tinggi, termasuk sektor perikanan. Menurutnya, hubungan dagang Selandia Baru dan AS harus berada pada posisi yang seimbang.
“Kami menginginkan kepastian. Para eksportir membutuhkan pasar yang terbuka tanpa biaya tambahan yang menggerus daya saing,” kata McClay.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.