Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Tak Melaut Hampir Sebulan, Nelayan Tanjung Binga Terkendala Surat Rekomendasi BBM

Bagikan
Tak melaut hampir sebulan, nelayan Tanjung Binga terkendala surat rekomendasi BBM. (Foto : Indonesiakaya)
Tak melaut hampir sebulan, nelayan Tanjung Binga terkendala surat rekomendasi BBM. (Foto : Indonesiakaya)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menyoroti persoalan kesulitan nelayan Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, dalam mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan sebagian dari mereka tidak melaut hampir sebulan terakhir.

Wakil Bupati Belitung, Syamsir, memastikan hambatan tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan masalah administrasi yang belum dipenuhi nelayan.

Syamsir menyampaikan hal itu setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Belitung yang membahas lambatnya penerbitan surat rekomendasi BBM untuk nelayan di desa tersebut.

Ia menegaskan bahwa stok BBM di Belitung tersedia dan mencukupi, namun prosedur administratif tetap harus dijalankan agar penyaluran BBM bersubsidi sesuai ketentuan.

“Stok BBM tidak menjadi masalah. Kebutuhan berapa pun cukup, hanya saja nelayan perlu tertib administrasi agar rekomendasi bisa diterbitkan,” kata Syamsir.

Menurut laporan yang diterima pemerintah daerah, sebagian nelayan Tanjung Binga memilih tidak melaut karena belum memperoleh rekomendasi yang menjadi syarat pembelian BBM. Situasi ini dikhawatirkan berdampak pada pendapatan harian nelayan dan aktivitas perikanan setempat.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Syamsir meminta organisasi perangkat daerah terkait mempertimbangkan ruang diskresi agar nelayan dapat segera memperoleh rekomendasi BBM tanpa mengabaikan prosedur yang berlaku. Ia menilai percepatan penerbitan dokumen ini penting agar nelayan kembali beraktivitas seperti biasa.

Ia juga menyebutkan bahwa nelayan telah membuat surat pernyataan kesiapan untuk mengurus seluruh perizinan yang diperlukan. Langkah ini diharapkan menjadi dasar kelancaran proses administrasi serta memudahkan pemerintah memberikan pendampingan bila ditemukan kendala di lapangan.

“Yang terpenting sekarang, nelayan bisa dulu mendapatkan BBM untuk melaut. Jika ada perkembangan atau kendala administrasi ke depan, pemerintah siap mendampingi,” ujar Syamsir.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal