Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BRIN Kerahkan Personel dan Kembangkan Platform Integrasi Data Kebencanaan

Bagikan
BRIN kerahkan personel dan kembangkan platform integrasi data kebencanaan. (Foto : BRIN)
BRIN kerahkan personel dan kembangkan platform integrasi data kebencanaan. (Foto : BRIN)

Pangannews.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengerahkan 101 personel untuk mempercepat penanganan banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Seluruh personel tersebut tergabung dalam Task Force Reaksi Cepat Tanggap Bencana, sebuah tim lintas unit kerja yang menggabungkan kemampuan analisis, pemetaan, hingga dukungan teknis di lapangan.

Tim melaporkan bahwa sejak bencana terjadi mereka telah memproduksi 98 peta analisis serta 83 grid pemetaan untuk memetakan sebaran kerusakan dan menentukan lokasi prioritas intervensi.

Ketua Task Force BRIN, Joko Widodo, menyampaikan bahwa persiapan telah memasuki tahap akhir dan personel dijadwalkan bergerak ke lapangan mulai Sabtu.

Pengiriman dilakukan secara bertahap, termasuk sembilan tenaga kesehatan ke Kabupaten Pidie, Aceh, serta tim survei pemetaan menuju Aceh Tamiang–Langsa melalui Medan.

Proses analisis bencana disebut berlangsung tanpa henti sejak Minggu (30/11). Tiga posko di Cibinong, Serpong, serta lantai 20 Gedung B.J. Habibie, dioperasikan selama 24 jam untuk memastikan data pergerakan tanah dan banjir dapat diperbarui secara real time.

Dari 83 grid pemetaan yang dihasilkan, sebanyak 30 menggambarkan wilayah terdampak di Aceh, 32 di Sumatra Utara, dan 21 di Sumatra Barat. BRIN juga menerbitkan 14 citra satelit beresolusi tinggi yang digunakan untuk mengidentifikasi pola banjir dan titik longsor secara lebih detail.

Joko menegaskan seluruh bidang yang terlibat bekerja dengan ritme darurat. Tidak ada pekerjaan yang menunggu giliran.

“Kami bekerja siang dan malam, dan sampai saat ini seluruh posko masih tetap berjalan,” ujarnya dalam laporan kepada jajaran pimpinan BRIN yang turut dihadiri Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, dan Sekretaris Utama BRIN Rr. Nur Tri Aries Suestiningtyas.

Di sisi lain, BRIN tengah menyiapkan platform digital baru bertajuk Spasial Analisis Tanggap Darurat Reaksi Bencana, yang akan menjadi pusat integrasi data kebencanaan. Platform tersebut menyediakan peta interaktif, analisis spasial, dan beragam data siap pakai yang dapat diakses oleh BNPB, kementerian, serta pemerintah daerah.

Pengembangan sistem dilakukan bersama sejumlah universitas, termasuk UGM dan IPB, agar riset yang dihasilkan selaras dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

Kepala BRIN Arif Satria mengingatkan bahwa kesiapan teknis personel menjadi kunci dalam operasi kali ini, terutama karena medan terdampak dikenal sulit dijangkau. Ia menekankan pengecekan arsinum (air siap minum), kendaraan, dan kompetensi operator sebelum tim dikerahkan.

Selain itu, ia meminta setiap personel memberikan laporan berkala dan mengenakan identitas selama bertugas. Arif juga menegaskan pentingnya sinergi dengan BNPB.

“Tugas kita adalah melengkapi apa yang tidak dimiliki BNPB. Mereka nggak punya apa, ya, kita sediakan. BNPB nggak punya data selektif, kita sediakan,” katanya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal