Pangannews.id - Perum Bulog mulai menyiapkan langkah antisipatif menyusul rencana peningkatan serapan beras pada 2026 yang diproyeksikan mencapai 4 juta ton. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan gudang tambahan untuk menampung kenaikan volume beras hasil produksi petani dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, proyeksi serapan beras tahun depan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan kebijakan pemerintah menaikkan cadangan beras pemerintah (CBP) dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton.
“Tadi yang kami garisbawahi adalah rencana penyerapan beras Bulog yang akan lebih tinggi dari tahun lalu, sekitar 4 juta ton. Dengan target tersebut, kami harus menyiapkan kesiapan gudang-gudang tambahan,” kata Rizal, dikutip dari Antara.
Bulog saat ini tengah melakukan pencarian dan pemetaan gudang tambahan untuk memastikan seluruh hasil serapan dapat tertampung dengan baik. Selain infrastruktur penyimpanan, Bulog juga membutuhkan dukungan anggaran agar proses penyerapan berjalan optimal.
“Penyerapan beras tentu harus dibarengi kesiapan dana karena beras petani harus dibeli. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam penyiapan alokasi anggaran penyerapan,” ujarnya.
Rizal menegaskan, seluruh target serapan beras tersebut akan bersumber dari produksi dalam negeri tanpa impor. Ia menyebut Bulog telah menghentikan impor beras sejak 2025 dan berkomitmen memaksimalkan hasil panen petani lokal.
“Sejak 2025 tidak ada impor. Kita maksimalkan produk petani dalam negeri, bahkan kalau ada peluang ekspor dan negara lain membutuhkan, kita siap ekspor,” kata Rizal.
Dalam rapat koordinasi penetapan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) 2026, pemerintah juga memutuskan peningkatan stok komoditas lain. Selain beras yang ditargetkan tersimpan hingga 4 juta ton, cadangan jagung nasional juga dinaikkan signifikan dari 300 ribu ton menjadi 1 juta ton.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, peningkatan cadangan jagung diperlukan untuk menopang kebutuhan pakan ternak, khususnya sektor perunggasan.
“Kalau mau produksi telur banyak, ayam perlu pakan banyak. Karena itu cadangan jagung kita naikkan dari 300 ribu ton menjadi 1 juta ton,” ujar Zulkifli Hasan.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.