Pangannews.id - Ekspor perdana ikan segar dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi babak baru bagi perekonomian nelayan pesisir setempat. Hampir satu ton ikan hasil tangkapan nelayan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge berhasil menembus pasar Arab Saudi.
Pelepasan ekspor dilakukan di kawasan KNMP Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu. Ikan segar yang didominasi kerapu macan dan tenggiri diangkut menggunakan mobil berpendingin milik KNMP menuju Makassar, sebelum diterbangkan ke Jeddah pada hari yang sama.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, mengatakan ekspor ini menjadi bukti konkret bahwa program KNMP mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi nelayan kecil.
“Yang ingin kami dorong dari KNMP adalah bagaimana hasil tangkapan nelayan tidak hanya berhenti di pasar lokal, tetapi bisa langsung masuk ke pasar internasional,” ujar Trian di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Trian, pembangunan infrastruktur KNMP di Bulukumba kini hampir rampung. Sejumlah fasilitas pendukung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan telah disalurkan, mulai dari kapal, mesin kapal, alat tangkap, hingga sarana rantai dingin seperti mobil pendingin, yang nantinya dikelola oleh koperasi nelayan.
KNMP Bentenge dilengkapi berbagai fasilitas perikanan terpadu, antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, SPBUN, bengkel kapal, kios perbekalan, balai nelayan, pabrik es portabel, gudang beku, serta sarana distribusi berpendingin. Infrastruktur ini dirancang untuk menjaga mutu ikan sekaligus mempercepat distribusi ke pasar tujuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, Muh. Thaiyeb Maningkasi, menyatakan pemerintah daerah berencana menjadikan KNMP Bentenge sebagai pusat aktivitas perikanan di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas lengkap akan memudahkan konsolidasi produksi dan distribusi hasil tangkapan nelayan.
“Pengembangan sektor perikanan menjadi prioritas daerah. Jika KNMP sudah beroperasi penuh, aktivitas perikanan akan kami pusatkan di sini,” kata Thaiyeb.
Ia menambahkan, peluang ekspor ikan dari Bulukumba terbuka lebar. Setelah ekspor perdana hampir satu ton, eksportir bahkan menawarkan peningkatan permintaan hingga 2,5 ton per hari. Bulukumba memiliki beragam komoditas bernilai tinggi seperti kerapu, kakap merah, layang, dan ikan-ikan karang lainnya.
Dengan dukungan fasilitas rantai dingin dan logistik yang tersedia di KNMP, Thaiyeb optimistis nelayan Bulukumba mampu memenuhi permintaan ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.