Pangannews.id - Banjir yang melanda wilayah Karawang, Jawa Barat, tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga berdampak serius terhadap sektor pertanian. Hampir 2.000 hektare areal persawahan dilaporkan terendam air akibat luapan sungai dan banjir rob yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang, Mahmud, mengatakan genangan air masih menutup lahan sawah yang tersebar di sejumlah wilayah. Tercatat sekitar 1.948 hektare sawah di 20 desa dan tujuh kecamatan terdampak banjir.
“Sebagian besar sawah yang terendam merupakan tanaman padi yang masih dalam fase awal pertumbuhan, baik setelah tanam maupun setelah semai,” kata Mahmud, dikutip dari Antara.
Banjir di wilayah tersebut dipicu meluapnya aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, ditambah dengan fenomena banjir rob yang melanda kawasan utara Karawang. Kondisi itu membuat air sulit surut, terutama di daerah dataran rendah.
Hingga kini, dinas terkait masih melakukan pendataan lanjutan seiring tingginya curah hujan yang terus mengguyur Karawang dan sekitarnya. Tidak tertutup kemungkinan luas lahan terdampak bertambah jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Selain sektor pertanian, banjir juga merendam ribuan rumah warga, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, sarana publik, hingga sejumlah kantor pemerintahan. Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Telukjambe Barat, khususnya Desa Karangligar, dengan ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter.
Akibat kondisi tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu banjir surut dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.