Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

KKP Intensifkan Uji Mutu Ikan untuk Kebutuhan Ramadan

Bagikan
KKP intensifkan uji mutu ikan untuk kebutuhan Ramadan. (Foto : KKP)
KKP intensifkan uji mutu ikan untuk kebutuhan Ramadan. (Foto : KKP)

Pangannews.id - Menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat pengawasan mutu produk perikanan yang beredar di pasaran.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya dan penangkapan hingga distribusi dan pemasaran. Seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di daerah dilibatkan untuk memantau rantai produksi dari hulu ke hilir.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Ishartini, mengatakan penguatan pengawasan sudah berlangsung sejak pertengahan Januari.

“UPT di setiap provinsi melakukan surveilan, inspeksi, dan pengujian laboratorium untuk memastikan keamanan pangan,” ujar Ishartini.

Ia menjelaskan, pengawasan di tingkat produksi difokuskan pada penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di tambak maupun kapal penangkap ikan yang memasok kebutuhan domestik dan ekspor. Sementara di sektor pengolahan, pemeriksaan diarahkan pada penerapan standar HACCP serta GMP/SSOP di unit pengolahan ikan.

Sejumlah daerah yang telah lebih awal menjalankan pengawasan di antaranya Bengkulu, Medan, Pontianak, dan Kendari.

Di Sumatera Utara, Balai PPMHKP Medan I turut memantau aktivitas budidaya dan kondisi perairan Danau Toba. Kepala balai setempat, Nandang Koswara, menyebut hasil pemantauan menunjukkan ikan dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

Sementara itu, di Sulawesi Tenggara, pengawasan juga dilakukan langsung di atas kapal yang bersandar di pelabuhan Kendari. Plt Kepala Stasiun PPMHKP Kendari, Kasrida, mengatakan kualitas ikan yang diperiksa memenuhi standar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Selain inspeksi lapangan, KKP juga melakukan serangkaian uji laboratorium. Pengujian meliputi deteksi bakteri berbahaya seperti E. coli, salmonela, dan listeria, serta pemeriksaan kandungan histamin, formalin, logam berat, dan toksin.

“Semua ini dilakukan untuk mencegah penyakit akibat pangan dan memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” kata Ishartini.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal