Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

IKN Siapkan Koridor Satwa dan Restorasi Hutan Endemik Kalimantan

Bagikan
IKN siapkan koridor satwa dan restorasi hutan endemik Kalimantan. (Foto : Sekretariat Negara)
IKN siapkan koridor satwa dan restorasi hutan endemik Kalimantan. (Foto : Sekretariat Negara)

Pangannews.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diklaim tetap memberi ruang bagi perlindungan satwa liar dan pemulihan hutan endemik.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro, mengatakan pembangunan kawasan ibu kota baru tidak mengabaikan aspek lingkungan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan jembatan koridor satwa di atas ruas jalan tol. Fasilitas tersebut disiapkan agar satwa liar tetap dapat berpindah habitat dengan aman tanpa terganggu aktivitas manusia.

“Koridor satwa ini menjadi bukti bahwa pembangunan IKN memperhatikan perlindungan satwa,” kata Edgar, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, jalur khusus tersebut dirancang sebagai penghubung antarhabitat yang terpisah akibat infrastruktur, sehingga risiko konflik antara manusia dan satwa dapat ditekan.

Selain itu, Otorita IKN juga berkomitmen mempertahankan kawasan hijau. Sesuai kebijakan yang diterapkan, pembangunan fisik dibatasi maksimal sekitar 25 persen, sementara sebagian besar wilayah tetap dipertahankan sebagai kawasan hutan.

Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Onesimus Patiung, mengatakan pihaknya tengah berupaya membangun kembali hutan endemik dengan memanfaatkan tumbuhan dan satwa lokal.

Menurutnya, restorasi hutan tropis tidak mudah karena banyak plasma nutfah yang hilang akibat penebangan liar, pembukaan lahan, dan kebakaran hutan di masa lalu.

“Karena itu, kami membangun pusat plasma nutfah dan museum untuk mendokumentasikan kekayaan hayati yang masih tersisa,” ujarnya.

Fasilitas tersebut saat ini dikembangkan di kawasan Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pembentukan kembali ekosistem alami dan iklim mikro di wilayah IKN.

Onesimus menambahkan, Kalimantan memiliki karakter hutan yang khas, termasuk hutan tropis, hutan kerangas di pesisir, serta kawasan berpasir dengan unsur hara rendah. Keanekaragaman tersebut menjadi tantangan sekaligus modal utama dalam pembangunan kota hutan di ibu kota baru.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal