Usai “Pesta” Imlek, Ratusan Harimau Siberia Jalani Puasa Bergilir

Pers Pangannews

Jumat, 27 Februari 2026 14:03 WIB

news
Pengunjung dapat berkendara ke tengah kebun binatang untuk menyaksikan harimau berburu dari dekat. (Foto: Reuters/Vietnam.vn)

Pangannews.id - Sekitar 200 harimau Siberia di Siberian Tiger Park, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok Timur Laut, mulai menjalani program puasa bergilir. Kebijakan ini diterapkan setelah ratusan satwa tersebut menikmati periode makan besar-besaran selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Menurut pengelola taman, program puasa ini berlangsung dari 1 Februari hingga 31 Maret 2026 dan diterapkan di 11 kandang semi-liar secara rotasi. Setiap hari, satu kandang tidak diberi pakan, sementara kandang lainnya tetap diberi makan agar pengunjung tetap bisa menyaksikan harimau makan.

“Langkah ini bagian dari pengelolaan ilmiah untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan harimau. Lonjakan jumlah wisatawan membuat kami menyesuaikan jadwal pemberian makan,” jelas staf taman kepada Global Times pada 23 Februari, dikutip dari vietnam.vn.

Pengunjung diingatkan untuk tidak memberi makan harimau menggunakan stik daging di kandang yang sedang puasa. Aturan ini diterapkan untuk melindungi satwa, dan jadwal puasa dapat disesuaikan sesuai kebutuhan operasional dan kondisi hewan.

Media lokal Harbin melaporkan lonjakan pengunjung ke taman selama libur Imlek. Pada 17 Februari, tercatat 7.708 wisatawan, sedangkan keesokan harinya, jumlah pengunjung menembus 10.000 orang. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyesuaian pemberian makan bagi harimau.

Taman Harimau Siberia memiliki luas sekitar 800 ribu meter persegi dan berperingkat AAAA secara nasional. Selain menjadi destinasi wisata, taman ini juga berfungsi sebagai pusat penangkaran, penelitian ilmiah, konservasi, serta edukasi tentang harimau Siberia.

Program puasa bergilir ini diharapkan mampu menjaga kesehatan satwa sekaligus memastikan pengalaman wisata tetap optimal bagi pengunjung selama musim liburan.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...