Sabtu, 28 Maret 2026 14:11 WIB
Pangannews.id - Cuaca panas yang melanda Kabupaten Aceh Besar dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau warga tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil mengatakan suhu udara di wilayah tersebut mencapai 31 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi tersebut dipicu masuknya musim kemarau sejak akhir Januari serta posisi matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa.
“Kami minta warga untuk waspada dan menahan diri untuk tidak membakar saat membersihkan lahan atau kebun demi mencegah kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas,” kata Ridwan di Lambaro, Jumat (27/3/2026), dikutip dari Antara.
Menurutnya, cuaca panas juga dipengaruhi minimnya tutupan awan di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang. Kondisi tersebut membuat suhu terasa lebih menyengat dan meningkatkan potensi munculnya titik api.
BPBD Aceh Besar juga memantau sejumlah hotspot yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. Pemantauan dilakukan secara intensif untuk mencegah api meluas, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.
“Kami juga memantau adanya beberapa titik panas atau titik api, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Besar yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” ujarnya.
Mengantisipasi kemungkinan tersebut, BPBD telah menyiagakan personel di 10 pos pemantauan. Tim disiapkan untuk merespons cepat jika terjadi kebakaran maupun laporan dari masyarakat.
“Seluruh personel siap bergerak dengan cepat untuk melakukan berbagai upaya penanganan dalam masing-masing wilayah dan tentu kita juga tidak pernah lelah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terutama dalam kesiapsiagaan bencana,” pungkas Ridwan.
Editor : Adi Permana
Selasa, 28 April 2026 12:42 WIB
Senin, 27 April 2026 15:21 WIB
Senin, 27 April 2026 14:58 WIB
Minggu, 26 April 2026 11:49 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...