Kementan dan KAI Hidupkan Lagi Kereta Angkut Ternak, Kini Lebih Modern dan Ramah Hewan

Pangannews.id

12 jam yang lalu

news
Kementan dan KAI Hidupkan Lagi Kereta Angkut Ternak, Kini Lebih Modern dan Ramah Hewan. (Foto: dok. Kementan)

PanganNews.id – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama KAI Logistik mendorong reaktivasi dan modernisasi angkutan ternak menggunakan moda kereta api. Upaya ini merupakan pengembangan sistem distribusi ternak nasional yang lebih efisien dan terintegrasi, sekaligus menghidupkan kembali layanan angkutan ternak berbasis rel yang pernah eksis sejak era 1960-an hingga awal 2000-an.

Salah satu moda transportasi alternatif adalah kereta api. Layanan ini disiapkan oleh KAI Logistik untuk pengiriman hewan ternak menggunakan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer. Skema ini dirancang sebagai alternatif distribusi jarak jauh untuk memperlancar arus ternak dari sentra produksi ke wilayah konsumen, dengan standar kesejahteraan hewan yang lebih baik dibanding model angkutan umum biasa.

Pelaksana Harian Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Boethdy Angkasa, mengatakan pemanfaatan moda rel ini penting untuk memperkuat hilirisasi peternakan.

“Angkutan ternak dengan kereta api sebenarnya bukan hal baru. Dulu pernah berjalan rutin rute Surabaya-Jakarta. Sekarang kita dorong kembali dengan teknologi gerbong dengan standar kesejahteraan hewan yang jauh lebih baik, sesuai Permentan Nomor 32 Tahun 2025,” ujar Boethdy di Kantor Kementan Jakarta, Senin (11/5/2026).

Boethdy menambahkan, moda kereta api tetap memiliki keterbatasan jangkauan karena bergantung pada jaringan rel. “Karena itu skemanya komplementer. Tetap butuh integrasi truk untuk first-mile dari kandang ke stasiun dan last-mile dari stasiun ke RPH. Sinergi antarmoda ini kuncinya,” jelasnya.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan pihaknya melakukan modernisasi layanan angkutan ternak yang dulu sempat berhenti.

“Kami hadirkan kembali layanan ini dengan gerbong kontainer modifikasi khusus hewan hidup, dilengkapi ventilasi dan fasilitas minum sesuai Permentan 32/2025 diimpelemntasikan dengan standar yang lebih modern,” ujar Yuskal yang dilansir Kompas.com (10/5/2026).

Pada tahap awal, pengangkutan direncanakan rute Banyuwangi-Jakarta dengan kapasitas sekitar 280 ekor per rangkaian. Waktu tempuh stasiun ke stasiun diperkirakan sekitar 26 jam. Dengan infrastruktur rel saat ini, perjalanan lebih stabil sehingga berpotensi mengurangi stres pada ternak.

Aspek kesejahteraan hewan menjadi perhatian utama, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan.

Boethdy menegaskan, penguatan distribusi dan hilirisasi peternakan akan terus menjadi fokus Kementan. “Distribusi yang kuat akan memperkuat daya saing peternak rakyat sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Efektivitasnya bergantung pada kelancaran integrasi antarmoda dari hulu ke hilir,” pungkasnya. (*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...