Tak Hanya Andalkan Minyakita, Pemerintah Perluas Pilihan Minyak Goreng Murah

Pers Pangannews

2 jam yang lalu

news
Pemerintah memastikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita tetap bertahan di angka Rp15.700 per liter.

Pangannews.id - Pemerintah memastikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita tetap bertahan di angka Rp15.700 per liter. Di tengah kebutuhan minyak goreng yang terus tinggi, pemerintah memilih membenahi jalur distribusi ketimbang menaikkan harga minyak goreng bersubsidi tersebut.

Keputusan itu sekaligus menjawab spekulasi mengenai kemungkinan penyesuaian harga Minyakita yang belakangan muncul seiring dinamika pasokan dan distribusi di sejumlah daerah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah saat ini lebih memprioritaskan upaya memastikan Minyakita tersedia di pasar rakyat dibanding mengubah harga acuan yang berlaku.

"Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET Minyakita, masih Rp15.700 per liter," kata Budi, Kamis.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi saat ini bukan semata soal harga, melainkan bagaimana memastikan produk tersebut hadir di rak-rak pedagang dan mudah dijangkau masyarakat. Untuk itu, pemerintah akan memperkuat penyaluran Minyakita melalui Perum Bulog dan ID FOOD.

Keterlibatan dua BUMN pangan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi hingga ke daerah-daerah yang selama ini pasokannya belum merata. Dengan pasokan yang lebih lancar, pemerintah berharap harga di tingkat konsumen tetap terkendali dan tidak melampaui ketentuan yang telah ditetapkan.

"Kami saat ini akan fokus pada distribusi Minyakita ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap Minyakita akan semakin banyak di pasar," ujar Budi.

Langkah memperkuat distribusi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan minyak goreng bagi masyarakat. Selama ini, persoalan yang kerap muncul bukan karena perubahan harga resmi, melainkan karena pasokan yang tidak merata sehingga harga di sejumlah wilayah bisa bergerak di atas HET.

Selain mengandalkan Minyakita, pemerintah mulai mendorong produsen memperbanyak produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand. Strategi ini ditempuh untuk memperluas pilihan minyak goreng dengan harga yang tetap terjangkau sekaligus mengurangi tekanan terhadap pasokan Minyakita.

Pemerintah juga menyiapkan skema agar kebutuhan minyak goreng untuk program bantuan pangan tidak seluruhnya bergantung pada Minyakita. Dengan begitu, distribusi Minyakita dapat lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pasar.

Menurut Budi, minyak goreng merek alternatif saat ini sudah semakin mudah ditemukan di pasar rakyat. Karena itu, peningkatan produksinya dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan sekaligus memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen.

"Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun sudah banyak di pasar rakyat, tidak hanya Minyakita. Jadi sudah mudah untuk didapatkan," katanya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...