16 jam yang lalu
Pangannews.id - Harga telur ayam ras dan daging ayam di sejumlah daerah turun hingga berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah menilai kondisi tersebut dipicu menurunnya permintaan selama masa libur sekolah yang membuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut berhenti sementara.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, berkurangnya penyerapan dari program MBG menjadi salah satu penyebab melemahnya harga di tingkat pasar. Selain itu, produksi yang melimpah membuat pasokan ayam dan telur mengalami surplus.
"Harga telur kemarin di Banyumas sekitar Rp26.000 per kilogram, padahal HET-nya Rp30.000. Daging ayam sekitar Rp36.000 per kilogram, sementara HET Rp40.000. Salah satu faktornya karena MBG saat sekolah libur juga ikut libur, sehingga penyerapan berkurang," ujar Budi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh turunnya permintaan, tetapi juga karena pasokan ayam dan telur sedang berlebih. Situasi oversupply membuat harga di tingkat produsen maupun pasar ikut tertekan.
Untuk mengurangi kelebihan pasokan, Kementerian Perdagangan mulai mengupayakan peningkatan penyerapan melalui sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka). Kemendag telah mengirimkan surat kepada pelaku usaha horeka agar meningkatkan pembelian telur dan daging ayam dari dalam negeri.
"Telur dan daging ayam memang sedang surplus. Karena itu kami mencoba menghubungi hotel, restoran, dan kafe agar bisa menyerap lebih banyak produk tersebut," kata Budi.
Selain memperluas pasar domestik, pemerintah juga membuka peluang ekspor telur ke Singapura. Kemendag saat ini tengah melakukan penjajakan pasar dan business matching untuk mencari calon pembeli di negara tersebut.
Menurutnya, peluang ekspor masih terbuka meski hingga kini belum ada kesepakatan dengan pembeli potensial. Pemerintah berharap pasar luar negeri dapat menjadi alternatif untuk menyerap kelebihan produksi dalam negeri.
"Kami sedang menjajaki ekspor telur ke Singapura. Memang sampai sekarang belum mendapatkan buyer, tetapi upaya itu terus dilakukan agar ada kesempatan ekspor dan produksi dalam negeri bisa terserap," ujarnya.
Editor : Adi Permana
Rabu, 01 Juli 2026 15:23 WIB
Sabtu, 27 Juni 2026 16:08 WIB
Sabtu, 27 Juni 2026 14:51 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...