13 jam yang lalu
Pangannews.id - Penggunaan teknologi kandang tertutup (close house) mulai menunjukkan hasil dalam pengembangan peternakan ayam pedaging di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dalam satu siklus pemeliharaan selama 33 hari, peternakan milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengujian Mutu Pakan, Pembibitan Ternak, dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPPTHMT) mampu menghasilkan sekitar 48 ton ayam broiler atau setara 24 ribu ekor.
Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa penerapan teknologi modern di sektor peternakan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas ternak.
Dengan sistem close house, kondisi kandang seperti suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan pencahayaan dikendalikan secara terukur sehingga mendukung pertumbuhan ayam lebih optimal.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengatakan pengembangan budidaya ayam pedaging berbasis teknologi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produksi protein hewani di daerah.
Menurut dia, keberhasilan panen tersebut tidak lepas dari penerapan manajemen pemeliharaan yang terintegrasi, mulai dari biosekuriti, pemberian pakan berkualitas, hingga pemantauan kesehatan ternak secara berkala.
"Ke depan kami ingin semakin banyak peternak yang mengadopsi sistem ini karena terbukti lebih efisien dan mampu meningkatkan produktivitas," kata Rendy.
Ia menjelaskan, fasilitas yang dikenal sebagai Apartemen Ayam itu tidak hanya dimanfaatkan sebagai unit produksi, tetapi juga menjadi tempat pelatihan dan demonstrasi teknologi peternakan modern.
Peternak, pelaku usaha, mahasiswa, hingga masyarakat dapat mempelajari langsung penerapan budidaya unggas dengan sistem close house.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menilai model budidaya tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai peluang usaha masyarakat.
Menurutnya, peternakan ayam modern dapat menjadi pilihan usaha produktif, khususnya bagi generasi muda maupun pensiunan, apabila didukung akses pembiayaan dan pendampingan yang memadai.
Selain meningkatkan produksi pangan hewani, pengembangan peternakan berbasis teknologi juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi peternak.
Editor : Adi Permana
Kamis, 30 Juli 2026 13:28 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 13:19 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 13:14 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 13:08 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...