Senin, 31 Agustus 2026 15:07 WIB
Pangannews.id - Pemerintah memastikan ketersediaan LPG 3 kg tetap dijaga meski konsumsi gas bersubsidi itu diperkirakan melampaui kuota yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan pemerintah tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 kg.
“Negara hadir untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap tersedia,” ujar Anggia, dikutip dari Antara, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, pemerintah akan menghitung kembali kebutuhan dan penyaluran LPG 3 kg berdasarkan kondisi riil di lapangan. Jika diperlukan, penyesuaian kuota akan dievaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.
“Jangan sampai masyarakat yang memang membutuhkan justru mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kg,” katanya.
Namun, Anggia menilai penambahan kuota bukan satu-satunya jalan untuk mengatasi persoalan LPG 3 kg. Pasalnya, konsumsi komoditas bersubsidi tersebut terus menunjukkan peningkatan setiap tahun.
“Kalau solusinya hanya menambah kuota, persoalan subsidi tidak pernah selesai. Yang harus kita benahi adalah tata kelolanya,” ujarnya.
Data Kementerian ESDM menunjukkan penyaluran LPG 3 kg hingga Juli 2026 telah mencapai 5,05 juta ton. Angka tersebut berasal dari kuota 8 juta ton yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memproyeksikan penyaluran LPG 3 kg hingga akhir tahun mencapai 8,677 juta ton. Jumlah itu setara 108,46 persen dari kuota yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Proyeksi konsumsi bahkan diperkirakan kembali meningkat pada 2027. Dalam RAPBN 2027, pemerintah menetapkan kuota LPG 3 kg sebesar 8,9 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kuota tahun ini.
Laode sebelumnya menyampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Rabu (26/8/2026) bahwa konsumsi LPG 3 kg memang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Editor : Adi Permana
Kamis, 27 Agustus 2026 13:46 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 19:04 WIB
Kamis, 20 Agustus 2026 12:39 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...