4 jam yang lalu
Pangannews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemui keluarga tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang gugur dalam menjalankan tugas. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/9).
Dalam pertemuan itu, Mentan Amran menyampaikan belasungkawa sekaligus penghormatan atas pengabdian ketiganya. Ia menilai Afrida Rapi, dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan, dan Willy Mbuik telah memberikan pengabdian nyata untuk memastikan pelayanan pertanian dan dukungan pangan tetap menjangkau masyarakat di wilayah terpencil Papua Pegunungan.
“Terkhusus kepada keluarga yang kena musibah, kami atas nama pemerintah dari Kementerian Pertanian mengucapkan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada almarhumah dan almarhum. Semoga beliau diterima di sisi-Nya.
Beliau pahlawan-pahlawan pangan kita yang gugur pada saat mengantar pangan ke wilayah terjauh, terpinggir di daerah Provinsi Jayawijaya, Papua Pegunungan,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran mengatakan, kehilangan tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah. Ketiga pegawai tersebut gugur ketika menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, pemerintah memastikan perhatian terhadap keluarga korban tidak berhenti pada penyampaian belasungkawa. Mentan Amran menegaskan, anak-anak yang ditinggalkan harus tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.
“Kami hari ini sebagai Menteri Pertanian dan seluruh teman-teman memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan. Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta,” kata Mentan Amran.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada keluarga dan diarahkan untuk menjadi tabungan pendidikan anak-anak korban.
“Langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap. Ini, Nak, disimpan nanti, tabungan untuk sekolah,” ujarnya.
Mentan Amran juga berpesan agar anak-anak korban tidak menghentikan pendidikan akibat kondisi yang mereka hadapi setelah kehilangan orang tua.
“Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas,” katanya.
Selain dukungan pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan keluarga korban. Satu orang dari masing-masing keluarga korban mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Perum Bulog.
Mentan Amran berharap dukungan tersebut dapat membantu keluarga melanjutkan kehidupan sekaligus menjadi bentuk penghormatan pemerintah kepada para pegawai yang gugur saat menjalankan tugas.
Bagi keluarga Afrida Rapi, perhatian tersebut menjadi penguat di tengah masa sulit. Yohanis Tonglo, suami almarhumah Afrida, mengungkapkan bahwa salah satu anaknya sempat berniat berhenti kuliah agar dapat bekerja dan membantu adik-adiknya.
“Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, ‘Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar. Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini,” tutur Yohanis.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran dan Direktur Utama Bulog atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah menaruh perhatian besar kepada kami keluarga korban, khususnya anak-anak kami. Kami sungguh diberikan dukungan yang besar untuk melanjutkan proses pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Minto Mbuik, kakak almarhum Willy Mbuik. Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah kepada keluarganya, termasuk kesempatan bekerja di Bulog.
“Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut dan Pak Menteri yang hari ini sudah memberi kami berkat,” katanya.
Sementara itu, istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, Yurita Galung, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Kementerian Pertanian.
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan kalau saya masih diberikan kesehatan dan kekuatan dengan cobaan yang terjadi. Saya ucapkan terima kasih untuk Menteri Pertanian yang boleh mengundang kami, bentuk tali kasih dan kepedulian terhadap kami,” ujar Yurita.
Yurita mengenang suaminya sebagai sosok pekerja keras yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Panggilan sayang saya, Bapak Ciu. Dia sosok pribadi yang sangat baik. Dia orang yang tidak pernah memilih. Siapapun dia akan tolong. Dia pekerja keras. Dia selalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri,” tuturnya.
Perhatian Kementerian Pertanian terhadap keluarga korban juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hendri Yohanes, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kementan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dalam hal ini Bapak Bupati dan Bapak Wakil, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian atas perhatian, dukungan, dan pemberian kerja kepada anak, saudara, dan rekan kami yang menjadi korban di Jayawijaya,” ujarnya.
Mentan Amran menegaskan, pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada keluarga para pegawai yang gugur dalam menjalankan tugas. Ia berharap anak-anak korban dapat tumbuh, melanjutkan pendidikan, dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Jaga anak-anaknya. Bina anak-anaknya. Jaga dia supaya tamat sekolah,” pesan Mentan Amran.(*/ADV)
You must login to comment...
Be the first comment...