Pangannews.id - Petani singkong di Lampung menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman setelah harga singkong di tingkat petani naik hingga Rp3.050 per kilogram.
Petani menilai kenaikan harga, penurunan harga pupuk, dan peningkatan produksi menjadi kabar baik bagi keberlangsungan usaha tani mereka.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Tri, perwakilan petani singkong saat berdialog dengan Mentan Amran di Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10).
Tri mengungkapkan bahwa kondisi usaha tani kini semakin membaik dibandingkan ketika harga singkong sempat merosot hingga Rp700 per kilogram.
“Terima kasih, Pak Prabowo, atas bantuan untuk petani singkong. Sekarang harga singkong Rp3.050. Pupuk turun, produksi meningkat, alhamdulillah. Terima kasih, Pak Menteri,” ujar Tri dalam dialog tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga agar petani singkong dalam negeri tidak dirugikan oleh masuknya produk impor yang dapat menekan harga komoditas lokal.
Ia menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas apabila impor kembali mengganggu kepentingan petani.
“Kalau ada impor, saya tutup,” tegas Mentan Amran.
Mentan Amran menjelaskan, persoalan harga singkong di Lampung sebelumnya menjadi perhatian serius pemerintah setelah petani menghadapi penurunan harga hingga sekitar Rp700 per kilogram.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat agar ada solusi yang dapat melindungi pendapatan petani.
Pemerintah kemudian menetapkan harga pembelian singkong minimal Rp1.350 per kilogram.
Namun, menurut Mentan Amran, petani masih mengharapkan harga yang lebih baik agar usaha tani mereka memberikan keuntungan yang layak.
Ia mengatakan, persoalan tersebut kemudian dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan sebelumnya, Presiden Prabowo meminta agar impor singkong dihentikan sebagai langkah melindungi petani dalam negeri.
“Waktu itu kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa petani Lampung meminta harga pembelian singkong dinaikkan, kalau perlu minimal Rp2.000 per kilogram. Apa kata Bapak Presiden? Beliau meminta agar impor dihentikan. Mulai detik itu, hentikan impor dari negara lain,” kata Mentan Amran, menceritakan arahan Presiden.
Menurut Mentan Amran, keputusan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap petani sebagai pelaku utama produksi pangan dan komoditas pertanian.
Ia menegaskan, kebijakan pertanian harus mampu menjaga kepastian pasar dan harga yang layak agar petani tetap bersemangat meningkatkan produksi.
“Kami pro pada petani Indonesia, khususnya petani singkong Lampung. Itu perintah Bapak Presiden,” tegasnya.
Kenaikan harga singkong menjadi penting bagi Lampung, mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.
Perbaikan harga di tingkat petani diharapkan dapat memperkuat pendapatan rumah tangga, menjaga keberlanjutan produksi, dan mendorong aktivitas ekonomi di perdesaan.
Selain menjaga harga, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas dan pengembangan nilai tambah komoditas pertanian.
Dengan biaya produksi yang lebih terkendali, harga hasil panen yang lebih baik, serta pasar yang terlindungi, petani diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil usaha taninya.
Mentan Amran menegaskan, Kementerian Pertanian akan terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada petani dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait agar perlindungan terhadap komoditas lokal dapat berjalan efektif.(*/ADV)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.