oleh

Tanam Bersama Padi Sawah, Kepala BPTP Jambi Tekankan Percepat Tanam dan Antisipasi Kekeringan

PanganNews.id. Tebo– Ini menjadi kata kunci dalam menghadapi ancaman rawan pangan dan musim kering yang disampaikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi Rustam dalam acara tanam bersama, Kamis 2 Juli 2020, di Gapoktan Tuah Sepakat, Kel. Pulau Temiang, Kec. Tebo Hulu, Kab. Tebo. Mempercepat tanam berarti mempercepat panen dan ketersediaan pangan. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya ramalan FAO bahwa dunia akan mengalami rawan pangan. Begitu juga dengan antisipasi kekeringan perlu dilakukan mengingat saat ini sudah memasuki musim kering.
Lebih rinci disampaikan Kepala BPTP Jambi bahwa dalam bulan Juli ini diperkirakan Prov. Jambi juga akan didera musim kering karena diperkirakan intensitas dan peluang hujan agak relatif kecil. Intensitas dan peluang hujan di Prov. Jambi diperkirakan terbatas terjadi di Kab. Kerinci.
Untuk itu terkait dengan dilakukannya tanam bersama hari ini maka ketersediaan air mutlak harus dipersiapkan. Tanam padi mulai tanam ini sampai umur sebulan dan pada saat fase bunting, sekitar umur 45-65 hari, tidak boleh terjadi kekeringan. Jika lahan mengalami kekeringan maka tanaman padi sulit untuk tumbuh dan berkembang, sebaliknya gulma atau tanaman penggangu akan tumbuh dengan cepat. Kekeringan pada saat masa tanaman padi bunting akan menyebabkan gabah sulit terisi atau hampa.
Terkait dengan antisipasi kekeringan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kab. Tebo telah mempersiapkan bantuan pompa. Begitu juga dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Prov. Jambi mempersilakan Gapoktan meminjam pompa yang saat ini cukup banyak tersedia di Gudang Dinas TPHP Prov. Jambi.
Selain beberapa aksi antisipasi kekeringan tersebut, petani dihimbau mengikuti asuransi. Petani hanya cukup membayar Rp.36.000/ha dari Rp.180.000/ha yang harus dibayar karena sisanya disubsidi oleh pemerintah. Nantinya kalau memang terjadi gagal panen maka petani akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp.6 juta/ha.
Gapoktan Tuah Sakato memiliki lahan seluas 80 ha, yang terletak dipinggir Sungai Batang Hari. Petani Gapoktan Tuah Sakato bertekad menjadi petani maju, mandiri dan modern. Lebih jauh Ketua Gapoktan Tuah Sakato menceritakan bahwa dahulunya nenek moyang mereka membuat kincir untuk menaikan air Sungai Batang Hari dan memakai pipa bambu untuk mengalirkan air sejauh 200 m dari Sungai Batang Hari agar lahannya tidak mengalami kekeringan. Namun, saat ini tentu saja teknologi kuno tersebut perlu diperbaharui mengikuti pertanian yang maju. Para Petani siap menanam 3x setahun tetapi ancaman kekeringan menjadi kendala utama. Dilaporkan bahwa terakhir panen dilakukan bulan April, dan sekarang ini merupakan tanam kedua dalam tahun 2020.
Acara tanam bersama dihadiri oleh Kadis TPHP Prov. Jambi, Kadis Ketahanan Pangan Prov. Jambi, Kepala BPTP Jambi, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, Kepala BPSPT Prov. Jambi, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Tebo, Camat Tebo Hulu, Kepala BPP Tebo Hulu beserta para penyuluh dan para petani yang tergabung dalam Gapoktan Tuah Sepakat.
Terkait dengan permintaan Ketua Gapoktan, sarana dan prasarana menaikan air Sungai Batang Hari, Kadis TPHP Prov. Jambi dan Kadis TPH Kab. Tebo meminta Gapoktan mengajukan proposal usulannya.
Saat ini Gapoktan baru saja mendapatkan bantuan alat pengering gabah. Kadis TPH Kab. Tebo berharap agar alat tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Jika bapak/ibu petani semangat dalam berusahatani maka kami jauh lebih semangat mendampingi bapak/ibu petani,” demikian Kadis TPHP Prov. Jambi memotivasi para petani.
Selain Gapoktan meminta bantuan sarana prasarana untuk menaikan dan mengalirkan air ke lahan mereka, Gapoktan juga berharap disediakan pintu air untuk menahan air pada saat hujan agar tidak terbuang percuma ke sungai.
Dalam diskusi juga disampaikan Kadis Ketahanan Pangan agar memanfaatkan lahan perkarangannya yang terlihat masih banyak yang kosong. “Ibu-ibu dipersilakan membuat kelompok, seperti KWT, Kelompok Wanita Tani. Nantinya bantuan P2L misalnya kebutuhan benih dan sarana pendukung lainnya juga bisa dibantu,” jelasnya.
(Rustam  Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed