oleh

Tingkatkan Populasi Sapi Perah, Begini Jurus Jitu dari Pemerintah

pangannews.id. Jakarta- Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat fundamental bagi keberlangsungan sebuah bangsa, keberlangsungan tersebut haruslah didukung dengan mewujudkan kedaulatan pangan yang kontinyu dan berkualitas. Guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas tentunya sangat diperlukan asupan makanan yang tinggi protein, salah satunya yang bersumber dari protein hewani.

Tahun 2017 untuk pertama kali Pemerintah menggulirkan program Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB) yang berjalan sampai dengan tahun 2019 dengan sukses, kemudian dilanjutkan dengan Program Peningkatan Produksi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) di tahun 2020 ini. Baik UPSUS SIWAB maupun SIKOMANDAN adalah program yang bertujuan untk meningkatkan populasi ternak sapi dan kerbau, guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan protein hewani, yaitu daging dan susu.

Khusus untuk komoditi sapi perah, dalam kurun waktu dua tahun terakhir sampai di awal Juni 2020 ini tercatat di dalam sistem iSIKHNAS bahwa telah terdapat kelahiran pedet sapi perah sebanyak 217.400 ekor, dengan rincian di tahun 2018 sebanyak 77.035 ekor, tahun 2019 sebanyak 94.025 ekor dan di tahun 2020 (per 4 Juni) sebanyak 46.340 ekor. Rata-rata kelahiran selama dua tahun terakhir diperoleh kurang lebih 85 ribu ekor/tahun.

Wilayah sebaran kelahiran sapi perah tersebut, yaitu 98,8% atau sebanyak 214.893 ekor berada di Pulau Jawa (5 terbesar: Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta), sisanya 1,2% atau sebanyak 2.507 ekor berada di luar Pulau Jawa, terutama di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan.

Dari jumlah kelahiran sebanyak 217.400 ekor tersebut didapatkan rata-rata perbandingan atau rasio jenis kelamin (sex ratio) betina : jantan yaitu 51% : 49% (betina 110.909 ekor, jantan 106.491 ekor). Hal ini menunjukkan bahwa ada potensi penambahan populasi calon sapi dara (heifer) sebanyak 51% dari total kelahiran per tahun sebagai replacement stock sapi-sapi induk yang sudah tidak produktif. Selain itu juga, terdapat potensi penambahan populasi sapi bakalan sebanyak 49% dari total kelahiran per tahun yang diperoleh dari kelahiran pedet jantan untuk digemukkan (fattening).

Upaya-upaya terobosan untuk meningkatkan populasi sapi perah dan produksi susu di Indonesia terus dilakukan oleh Pemerintah dan stakeholder terkait, hal ini untuk menjawab tantangan terus meningkatnya kebutuhan susu di Indonesia. Semoga salah satu upaya ini dapat semakin mendekatkan harapan untuk majunya industri persusuan di Indonesia dan mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Kontributor : H.P. Ibnu Sudarmawan, S.Pt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed