PanganNews.id Jakarta - Provinsi Riau mengikuti program Kementerian Pertanian "Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektar" yang dilaksanakan di 30 provinsi, 66 Kabupaten, 113 titik di Indonesia. Provinsi Riau melaksanakan kegiatan ini di 2 Kabupaten yaitu di Kab. Rokan Hulu yang telah dilaksanakan pada minggu lalu dan kali ini panen dilaksanakan di Kepenghuluan Mukti Jaya, Kec Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (15/03/2023).
Panen raya yang berlangsung di seluruh penjuru nusantara ini untuk memperkuat ketersediaan beras nasional khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri
Acara Panen Padi Nusanatara di Kab Rokan Hilir ini dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong, Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Syahfalefi Kepala BSIP Riau Shannora Yuliasari, Kajari, Dandim, Bank Indonesia Provinsi Riau, Karantina Pertanian, BPS Riau, Kepala Kanwil Bulog Riau Kepri, Kapolres, dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Rokan Hilir.
Panen padi yang dilaksanakan di Gapoktan Tri Mukti Jaya ini memiliki luas hamparan panen 200 ha dengan produktivitas mencapai 8 ton/ha menggunakan VUB padi varietas Logawa, Inpari 32, Inpari 42 dan Inpari Nutrizink.
Menurut data dari Dinas PTPH Provinsi Riau, Total luas panen padi di Provinsi pada bulan Maret ini seluas 5.183 ha yang tersebar di 9 Kabupaten di Provinsi Riau. Luas panen terbesar berada di Kabupaten Rokan Hilir seluar 2.427 Ha akan panen pada Minggu ke-3 dan ke-3 bulan Maret dan Indragiri Hilir seluas 1.693 ha yang sebagian besar akan panen pada Minggu ke-4 bulan Maret.
Bupati Rohil dalam sambutannya mendorong petani untuk terus semangat menanam padi guna memenuhi kebutuhan beras Kabupaten Rokan Hilir. Bupati juga mengharapkan bantuan dari provinsi supaya petani mudah mengakses pupuk bersubsidi dan bisa menambah kuota pupuk bersubsidi untuk Kab Rokan Hilir.
Gubernur Riau menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang kekurangan pangan sehingga kita harus peduli kepada pemenuhan kebutuhan pangan kita sendiri, sehingga kita tidak mengalami krisis pangan. Saat ini pertumbuhan ekonomi Riau tinggi mencapai 4,55%. Pemerintah Riau juga berkomitmen untuk meningkatkan produksi pangan.
Gubri juga mengingatkan petani untuk tidak melakukan alih fungsi lahan. Selain itu juga dihimbau petani untuk menunaikan zakat pertanian sehingga hasil yang diperoleh terus meningkat dan berkah.
Melalui panen ini diharapkan gabah yang dipanen tidak keluar daerah sehingga benar-benar dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Provinsi Riau juga masih mengalami defisit untuk semua komoditas pertanian.
Pada kesempatan ini, Gubri juga menyerahkan bantuan kepada petani berupa saprodi program perbenihan dan ektensifikasi budidaya padi, traktor roda 2, dan combine harvester.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.