PanganNews.id Bangka Tengah - Petani bawang di Desa Melabun Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah kembali memanen bawang hasil usaha tani yang dibiayai pemerintah melalui Dana Insentif Daerah (DID), beberapa hari lalu.
Panen bawang merah pada lahan seluas satu hektar itu dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni mewakili Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin yang berhalangan hadir.
Sejumlah pejabat terkait dari unsur Forkopimda Kabupaten Bangka Tengah turut mendampingi Edi termasuk Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Irman Hasan dan Subkoordinator Hortikultura Maryadi Latief.
Sepekan sebelumnya, Edi Romdhoni juga hadir saat panen perdana bawang merah di Poktan Jaya Horti Desa Cambai Selatan Kecamatan Namang.
Usaha tani bawang yang dipanen tersebut juga merupakan bantuan pemerintah melalui DID yang dikucurkan akhir tahun lalu.
Dilokasi panen, Edi Romdhoni menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua stakeholders terkait dalam mengawal dan mendampingi usaha tani bawang merah yang dibiayai DID tersebut.
“Terutama kepada petani dan para penyuluh terima kasih,” kata Edi di Desa Melabun.
Menurut Edi, bawang merah merupakan salah satu komoditi pokok yang rentan memicu kenaikan inflasi.
Sebab itu upaya dan kerja keras petani dalam memproduksi komoditi tersebut ia sebut sangat membantu dalam memenuhi stok ketersediaan bawang di daerah ini sehingga angka inflasi dapat dikendalikan.
“Awal-awal bulan April atau Mei tahun yang lalu kita termasuk 5 besar se-Indonesia (tertinggi inflasi), alhamdulillah sekarang sudah 3 terbaik di Indonesia untuk Bangka Belitung. Luar biasa ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Edi menerangkan bahwa ketergantungan Babel terhadap kebutuhan pokok dengan luar daerah masih sangat tinggi.
Angkanya ia sebut mencapai 61 persen.
“Bahkan ada yang bilang hingga 80 persen. Baru cabe besar Bangka Belitung surplus. Mudah-mudahan menyusul bawang merah sehingga ketergantungan bawang merah dengan luar daerah terus berkurang. Cabe rawit masih naik pesawat (didatangkan dari luar daerah-red). Telur masih dari Palembang,” terangnya.
Ia juga meminta para petani bawang terus menjaga semangat dan komitmen untuk menanam bawang secara berkelanjutan.
“Petani-petani yang sudah komitmen seperti ini kita pertahankan. Buatlah komunitas - komunitas bawang merah sehingga tahu mengatur waktu (tanam). Begitu kira-kira, sehingga sepanjang tahun itu bawang di daerah kita terus tersedia,” tandasnya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.