Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Jaga Harga Gula di Petani, Banas Komitmen Sinergi bareng Stakeholder Pergulaan

Bagikan
Bapanas berupaya menjaga harga gula di petani. (Bapanas)
Bapanas berupaya menjaga harga gula di petani. (Bapanas)

PanganNews.id, Jakarta - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus melakukan sinergi dengan stakeholder pergulaan nasional untuk menjaga harga gula di tingkat petani.  

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyebut pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama ID FOOD Frans M Tambunan, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III Mahmudi, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Aris Toharisman, dan Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikun untuk membahas pergulaan itu.

"Hari ini kita undang stakeholder pergulaan antara lain ID FOOD, PTPTN, SGN dan APTRI untuk mendiskusikan bersama penyerapan hasil panen atau produk petani tebu di musim giling, terutama terkait pembelian gula petani. Tujuan akhirnya tentu agar stabilitas harga di tiga lini pergulaan, produsen, pedagang, dan konsumen terjaga dengan harga yang wajar sesuai arahan Bapak Presiden," ujar Arief, Rabu 5 Juli 2023. 

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendorong perbaikan tata kelola gula nasional yang harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. 

“Untuk menjaga keseimbangan harga di hulu dan menggairahkan semangat petani salah satunya kita dorong gula petani diberi dengan harga yang baik. Harga ini telah mempertimbangkan kondisi faktual, perhitungan biaya produksi, dan masukan dari berbagai pihak baik dari sisi petani, pelaku industri, pedagang maupun konsumen," terangnya.

Menurut Arief, dengan membeli tebu di harga yang baik, pelaku usaha serta seluruh stakeholder pergulaan nasional telah turut mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional secara berkelanjutan. 

“Membeli tebu petani dengan harga yang baik artinya membantu meningkatkan pendapatan petani tebu," ungkapnya.  

Sehingga, kata dia, dengan pendapatan yang baik diharapkan minat masyarakat atau petani tebu untuk menanam dan meningkatkan produksi tebunya semakin tinggi. 

"Yang nantinya dapat mendorong peningkatan ketersediaan bahan baku tebu yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi gula nasional dan berkurangnya importasi gula secara bertahap,” jelasnya.

Arief meyakini, keberpihakan kepada petani merupakan langkah awal yang tepat untuk meningkatkan daya saing industri gula nasional secara berkelanjutan. 

“Berpihak kepada petani artinya kita membeli dengan harga yang proporsional atau wajar sesuai kondisi biaya produksi yang ada saat ini. Sehingga terdistribusi keuntungan yang adil di setiap lini, petani sejahtera, pedagang untung, masyarakat tersenyum,” ungkap dia.

Penulis: Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien 

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal