PanganNews.id, Papua - SMK Negeri 5 Agribisnis dan Agroteknologi Merauke berhasil menciptakan pupuk organik cair yang efektif bernama POC ATPH dari limbah rumah tangga.
Pupuk tersebut telah teruji dan terbukti bermanfaat untuk berbagai tanaman, memberikan hasil yang baik tanpa menggunakan pestisida.
Meskipun banyak digunakan oleh petani lokal di Kabupaten Merauke, namun masih dalam proses mendapatkan izin edar untuk daerah lain. Harga POC ATPH bervariasi, 500ml dibanderol Rp13.000, 1L Rp25.000, dan 5L Rp125.000.
"Pupuk ini sudah kami analisis di UGM (Universitas Gajah Mada). Kami sudah uji coba dan efektif, untuk bahan dasarnya sendiri, sangat mudah diperoleh yakni dari limbah rumah tangga," ucap Ketua Program Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Sari Yuliati, Selasa 1 Agustus 2023.
Dijelaskannya, pembuatan pupuk organik yang diciptakan, bertujuan untuk membantu petani yang kesulitan mendapatkan pupuk organik.
Kesulitan mendapatkan pupuk kimia, POC ATPH dapat menjadi rekomendasi yang sangat baik, sebab telah diuji coba dan mendapatkan hasil tanaman yang bagus.
"Sudah kami uji coba di berbagai tanaman, mulai dari sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, tanaman hias dan itu efektif sekali. Kami sudah uji coba terhadap padi, tanpa menggunakan pestisida sampai panen. Hasilnya bagus dan bulir-bulir padinya lebih banyak," terangnya.
Selain itu dirinya mengakui, pupuk organik cair POC ATPH sudah digunakan hampir seluruh petani di Kabupaten Merauke.
Namun, hasil produksinya belum mendapatkan ijin edar untuk didasarkan ke luar daerah Merauke.
"Kami baru berkomunikasi dengan dinas perindustrian, sudah diberikan blanko untuk pengurusan NIB dan ijin edar, sementara masih dalam proses," jelas Sari.
Pupuk POC ATPH dijual dengan harga bervariasi, untuk 500Ml dijual dengan harga Rp13.000, 1L dihargai Rp25.000, dan ukuran 5L dibandrol Rp125.000.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.