PanganNews.id, Berau - Situasi rendahnya harga karet beberapa tahun terakhir di Kabupaten Berau telah membuat para petani enggan memanen getah karetnya.
Terutama ketika harga jual turun di bawah Rp 10 ribu.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini, mengakui hal ini dan mengungkapkan bahwa harga karet saat ini berkisar antara Rp 7 ribu hingga 9 ribu, yang tidak sesuai dengan usaha keras petani dalam merawat dan menyadap karet.
Meskipun luas tanaman karet di Kabupaten Berau cukup besar, sekitar 2.500 hektare, banyak petani yang tidak lagi melakukan penyadapan karena harga yang rendah," kata Lita sapaan akrabnya, Kamis 25 Agustus 2023.
Salah satu daerah yang terdampak adalah Kecamatan Kelay Lita menjabarkan, dimana banyak tanaman karet tetapi karena harga rendah, petani enggan menyadapnya. Meskipun ada tempat penumpukan hasil karet di Labanan, petani lebih memilih untuk tidak memanen karena harga jualnya sangat rendah," jelasnya.
Namun menurutnya, jika harga karet naik menjadi sekitar Rp 12 ribu hingga Rp 17 ribu, para petani karet di Berau cenderung akan kembali menyadap karet. Kehadiran mereka di pasar karet sangat bergantung pada harga saat itu. Saat harga bagus, mereka akan menyadap lagi, tetapi jika harga rendah, mereka lebih memilih untuk fokus pada ladang padi selama musim padi.
Sebagai tanggapan, pihak Dinas Perkebunan memberikan pembinaan kepada petani karet dan mendukung mereka dalam menghadapi masalah seperti serangan hama atau penyakit pada tanaman," tutup Lita.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.