Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Petani Bawang di Bima Manfaatkan Cold Chain NFA untuk Jaga Kualitas Produk

Bagikan
Sejumlah petani bawang merah di Bima saat melakukan pemanfaatan Cold Chain (badanpangan.go.id)
Sejumlah petani bawang merah di Bima saat melakukan pemanfaatan Cold Chain (badanpangan.go.id)

PanganNews.id, Bima - Petani bawang merah mulai memanfaatkan sarana dan prasarana rantai dingin (cold chain) yang disiapkan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) di Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Sebanyak 18 ton bawang merah telah dimasukkan ke dalam cold storage chiller itu untuk menjaga kualitas produk dan memperpanjang masa simpannya.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan NFA telah menyiapkan sarana dan prasarana rantai dingin (cold chain) untuk mendukung penguatan produk pertanian dan pangan di Indonesia.

"Memang ini kondisinya ketika panen dan banyak stok di lapangan, harga menjadi rendah. Maka kita simpan dulu sebagian ke dalam cold storage sebagai cadangan pangan agar pasokannya normal dan harganya bisa kembali stabil," ungkap dia, Rabu 6 September 2023. 

Selain itu, NFA juga mendorong offtaker baik BUMN dan BUMD maupun pelaku usaha lainnya untuk menyerap hasil panen petani sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP), atau setidaknya biaya pokok produksi seperti yang telah dilakukan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ia mencatat, harga bawang merah konde basah di sentra Kabupaten Bima berkisar di angka Rp 10.000-12.000/kg. Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 11 Tahun 2022 HAP bawang merah di tingkat produsen ditetapkan untuk jenis konde basah Rp 18.500-20.000/kg, rogol kering panen Rp 18.500-20.000/kg, rogol kering panen Rp 25.000-30.000/kg, dan konde kering askip Rp 32.000/kg.

"Sementara itu dari data Panel Harga Pangan, rata-rata nasional harga bawang merah rogol kering panen sebesar Rp 14.680/kg dan di tingkat konsumen, rata-rata nasional harga bawang merah sebesar Rp 27.304/kg," papar dia.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Kabupaten Bima Helmiyati mengungkapkan, sebagai salah satu sentra penghasil bawang merah terbaik di Indonesia, keberadaan sarana dan prasarana rantai dingin telah memberikan dampak positif yang besar bagi pengembangan industri bawang merah di Kabupaten Bima. 

Saat ini pihaknya sedang meninjau bawang merah yang akan disimpan ke dalam cold storage, ini berfungsi untuk memperpanjang masa simpan dan mengurangi susut karena saat ini di Kabupaten Bima sedang panen raya.

"Dan di bulan Agustus tahun ini harganya cenderung turun. Untuk itu kami sangat berterima kasih, dua CSC yang dibantu NFA pada tahun 2022 lalu sangat bermanfaat untuk petani disini,” ungkapnya.

Penulis: Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal