PanganNews.id, Solo- Siswa-siswi SMP Batik Solo digembleng tentang cara memanfaatkan lahan sempit lewat hidroponik di sekolah.
Mereka diajak langsung oleh petani hidroponik untuk belajar cara bercocok tanam tanpa harus bergantung pada lahan luas.
"Hidroponik bisa menjadi alternatif untuk tetap memproduksi hasil pertanian yang berkualitas," ungkap salah satu petani hidroponik asal Solo, Saryadi, Jumat 15 Maret 2024.
Metode hidroponik, yang hanya memanfaatkan air tanpa media tanah, terbukti praktis dan efektif dalam membudidayakan tanaman, seperti kubis, mentimun, tomat, bayam, stroberi, dan selada, bahkan di lahan terbatas.
Saryadi menjelaskan, Generasi Z perlu mempelajari cara hidroponik untuk menumbuhkan kesadaran berwirausaha di bidang pertanian.
Kegiatan tersebut bukan hanya tentang bertani, melainkan juga tentang pembelajaran di luar kelas dan mengembangkan karakter siswa.
"Harapannya siswa memiliki jiwa pancasila: kreatif, mandiri, dan sesuai dengan zamannya," tambahnya.
Dengan potensi pertanian hidroponik yang besar di Solo, ini bisa menjadi alternatif pengembangan lahan yang terbatas serta sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
"Ini bukan sekadar kegiatan kokurikuler, tapi juga investasi masa depan para siswa dan pertanian di Kota Bengawan," pungkas Saryadi.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: Ryan Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.