Pangannews.id - Krisis air bersih melanda warga di Gunung Penawen, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Banten, yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir akibat musim kemarau berkepanjangan. Kondisi ini memaksa penduduk setempat untuk mencari sumber air hingga ke dalam hutan, menempuh jarak antara 500 meter hingga satu kilometer dengan berjalan kaki.
Di Kelurahan Lebak Gede, para warga harus menelusuri jalan menuju area hutan demi mendapatkan air bersih. Beberapa aliran sungai dan mata air yang biasa mereka andalkan telah mengering, sehingga mereka terpaksa memanfaatkan aliran sungai yang sudah kering dan ditumbuhi semak belukar.
Proses pengambilan air ini sangat menantang, dengan warga bergiliran mengisi tempat penampungan air yang mereka bawa dari rumah. Satu galon air dapat diperoleh setelah proses memakan waktu hingga tiga jam. Kadang-kadang, mereka harus mengambil air keruh karena sedikitnya sumber mata air yang masih mengalir.
“Tidak jarang, kami harus bermalam di lokasi untuk memastikan kebutuhan air rumah tangga kami terpenuhi,” ujar salah satu warga setempat.
Air yang berhasil diambil digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti mencuci, memasak, mandi, dan minum. Meskipun menghadapi kesulitan besar, hingga kini warga masih belum mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah daerah.
Menanggapi situasi ini, Camat Pulomerak, Ade Heru Sanjaya, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang merencanakan langkah-langkah untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah tersebut.
“Kami berencana melibatkan industri di kawasan Merak untuk membantu mendistribusikan air bersih bagi wilayah perbukitan. Ada delapan wilayah yang mengalami krisis air bersih di kawasan perbukitan Merak yang juga akan mendapatkan perhatian,” ujarnya pada Minggu (8/9/2024), seperti dilansir dari sindonews.
Untuk solusi jangka panjang, pemerintah daerah juga berencana melaksanakan program pipanisasi dan jaringan distribusi utama. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengatasi krisis air bersih dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik di masa mendatang.
Krisis air bersih yang melanda Gunung Penawen menyoroti kebutuhan mendesak akan solusi yang lebih permanen untuk mengatasi masalah kekurangan air di daerah-daerah yang rentan terhadap perubahan iklim dan musim kemarau panjang. Masyarakat berharap langkah-langkah yang direncanakan pemerintah dapat segera terealisasi untuk mengurangi beban yang mereka hadapi sehari-hari.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.